Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tak pandang seberapa hormat seorang anak pada orangtuanya. Segala hal yang terbaik tentu akan menjadi prioritas bagi orang tua demi membahagiakan buah hati tercinta. Tidak sedikit di antaranya yang tak menghargai segala usaha yang dilakukan orang tua demi memberikan hidup yang layak.
Perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan seorang Ibu asal desa kecil di dataran tanah minang, Padang, Sumatera Barat pada anak tercinta ini contohnya. Hidup sebagai orang tua tunggal bukanlah hal yang mudah. Telah banyak yang dilakukan ibu demi anak-anaknya. Satu pesan dari almarhum suami bahwa ia harus menjaga dan memberikan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya.
Kini waktu telah berganti, tubuh ibu tak lagi sekuat dulu. Memiliki anak laki-laki gagah yang berusia 20 tahun rupanya tak mengurangi beban ibu sedikitpun, justru anak lelakinya terus menyusahkan sang ibu dengan tingkah lakunya yang mengecewakan.
Suatu hari ia kedapatan mencuri kotak amal di mesjid. Warga yang kala itu memergokinya segera melarikan anak lelaki tersebut ke kantor polisi. Saat mengetahui hal yang menimpa anaknya, Ibu menangis sambil berlari untuk membebaskan sang anak.
Berbagai usaha telah ia lakukan hingga kesempatan untuk membebaskan anaknya sirna. Selama 3 bulan, anak lelaki tersebut menyesali apa yang telah ia lakukan selama ini. " Di mana ibu? mengapa telah lama ia tak menjengukku?" , tanyanya dalam hati.
Hingga salah seorang warga datang menemuinya dan membawa kabar bahwa ibunya telah meninggal dunia sejak 3 bulan lalu. Hancur hati anak lelaki tersebut. Ia segera meminta izin pada penjaga lapas untuk berziarah ke makam sang ibu. Dengan perasaan hancur dan bersalah, tanpa sengaja ia menggali makam sang ibu, sontak ia membersihkan tulang belulang sang ibu.
Penyesalan yang tak pernah berarti, kini ia hanya bisa berdoa dan memohon ampun pada Tuhan atas segala dosa yang telah ia perbuat terhadap almarhum Ibunda.
Penasaran dengan kisah ini? Yuk selengkapnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya