Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bela Muslim Rohingya, Ahli Komputer Dibekuk

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 9 Desember 2014 08:28
Bela Muslim Rohingya, Ahli Komputer Dibekuk
Seorang ahli komputer muslim asal Arakan ditangkap. Komputer pribadi di rumah dan kantornya juga disita.

Dream - Menjadi ahli komputer tidak menjamin hidup seseorang bakal bahagia. Hal ini menimpa seorang ahli komputer muslim asal Arakan, Myanmar (dulu Burma).

Pemuda 29 tahun, Mujeebur Rehman Sirajul Haq telah diintai berbulan-bulan oleh pihak berwenang karena diduga menggunakan keahliannya untuk melaporkan penganiayaan muslim Rohingya di wilayah Arakan, Myanmar kepada dunia luar.

Ahli komputer itu ditangkap dan dimasukkan sel oleh pihak berwenang Myanmar. Ini karena dia menjadi seorang ahli komputer. Dilaporkan Arakan News Agency, tidak hanya dipenjara, komputer pribadi di rumah dan kantornya juga disita.

Akibat penangkapan ini, para pemilik pusat penjualan komputer di Kota Mangdo memilih tutup karena mereka takut akan dipenjarakan juga.

Beberapa bulan belakangan ini, pihak berwenang Myanmar di Arakan memperluas kampanye mereka terhadap pengguna komputer dan alat komunikasi bergerak. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pelarangan berita terkait muslim Rohingya di distrik itu.

Menurut PBB, sebagai minoritas yang paling sering mendapat penganiayaan, muslim Rohingya tengah menghadapi diskriminasi luar biasa di tanah airnya sendiri.

Mereka tidak dianggap sebagai warga negara Myanmar sejak perubahan Undang-Undang kewarganegaraan disahkan pada 1982. Muslim Rohingya diperlakukan seperti imigran ilegal di wilayah mereka sendiri.

Kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia menuduh tentara Myanmar membunuh, memperkosa dan menangkap etnis Rohingya menyusul kerusuhan sektarian tahun lalu.

Ratusan ribu warga muslim Rohingya dipaksa keluar dari rumah-rumah mereka di Myanmar barat sejak Juni 2014. Kekerasan tersebut memaksa 29 ribu warga, yang 97 persen di antaranya adalah muslim Rohingya, mengungsi.

(Ism, Sumber: OnIslam.net)

Beri Komentar