Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menjadi ahli komputer tidak menjamin hidup seseorang bakal bahagia. Hal ini menimpa seorang ahli komputer muslim asal Arakan, Myanmar (dulu Burma).
Pemuda 29 tahun, Mujeebur Rehman Sirajul Haq telah diintai berbulan-bulan oleh pihak berwenang karena diduga menggunakan keahliannya untuk melaporkan penganiayaan muslim Rohingya di wilayah Arakan, Myanmar kepada dunia luar.
Ahli komputer itu ditangkap dan dimasukkan sel oleh pihak berwenang Myanmar. Ini karena dia menjadi seorang ahli komputer. Dilaporkan Arakan News Agency, tidak hanya dipenjara, komputer pribadi di rumah dan kantornya juga disita.
Akibat penangkapan ini, para pemilik pusat penjualan komputer di Kota Mangdo memilih tutup karena mereka takut akan dipenjarakan juga.
Beberapa bulan belakangan ini, pihak berwenang Myanmar di Arakan memperluas kampanye mereka terhadap pengguna komputer dan alat komunikasi bergerak. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pelarangan berita terkait muslim Rohingya di distrik itu.
Menurut PBB, sebagai minoritas yang paling sering mendapat penganiayaan, muslim Rohingya tengah menghadapi diskriminasi luar biasa di tanah airnya sendiri.
Mereka tidak dianggap sebagai warga negara Myanmar sejak perubahan Undang-Undang kewarganegaraan disahkan pada 1982. Muslim Rohingya diperlakukan seperti imigran ilegal di wilayah mereka sendiri.
Kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia menuduh tentara Myanmar membunuh, memperkosa dan menangkap etnis Rohingya menyusul kerusuhan sektarian tahun lalu.
Ratusan ribu warga muslim Rohingya dipaksa keluar dari rumah-rumah mereka di Myanmar barat sejak Juni 2014. Kekerasan tersebut memaksa 29 ribu warga, yang 97 persen di antaranya adalah muslim Rohingya, mengungsi.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya