Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kehadiran fenomena alam, gerhana matahari total. Jutaan orang di Tanah Air bahkan turis dunia memfokuskan perhatian pada peristiwa langka itu.
Fenomena alam langka semacam ini seharusnya tak hanya dijadikan ajang meluapkan ketakjuban tapi juga dijadikan bahan renungan diri. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS.
Diriwayatkan, dahulu, Nabi Ibrahim AS kerap mengamati benda-benda langit di angkasa. Ia suka mencermati bintang-bintang. Kekaguman Ibrahim pada bintang sampai membuatnya mengira jika bintang adalah Tuhan.
Namun Ibrahim kecewa, ternyata bulan lebih besar daripada bintang. Ia pun menganggap bulan Tuhan yang sebenarnya. Namun ketika menjelang pagi, Ibrahim terkejut karena bintang dan rembulan yang semalam diyakini sebagai Tuhan ternyata lenyap dari pandangan. Beliau pun kecewa lagi.
Lalu muncullah matahari yang bersinar lebih terang dan besar. Sekali lagi, ia menganggap matahari sebagai Tuhannya. Namun Ibrahim kembali harus kecewa karena matahari juga hilang setelah malam tiba.
Ibrahim lantas berpikir, di balik kekagumannya pada benda langit, tentu ada penciptanya yang lebih hebat lagi. Akhirnya, pengamatan dan perenungan tersebut berujung pada kesimpulan bahwa Allah lah Tuhan yang Besar, Tuhan yang berhak disembah.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya