Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Nekat Panjat Pohon Asam Jawa Raksasa Saat Maghrib, Empat Sekawan Diganggu Jin
Dream - Kisah yang terjadi puluhan tahun silam masih segar dalam ingatan wanita yang hanya ingin disapa sebagai Mayang.
Akibat kejadian itu, Mayang mendapat bekas luka 'gratis' di dahinya. Semua gara-gara makhluk seram berwajah kera sialan itu.
Makhluk yang diduga jelmaan jin itu terlihat bergelantungan di pohon asam jawa milik Izah, teman sekaligus tetangganya.
Cerita seram ini bermula pada sore jelang Maghrib ketika Mayang bersama seorang teman dan tiga adiknya pergi ke rumah Izah.
" Izah sudah tiga hari tidak masuk ke sekolah, jadi kami berempat berencana menjenguknya," kenang Mayang yang mengaku bisa melihat makhluk halus.
Sesampainya mereka di rumah Izah, gadis tersebut tampak sedang bersantai di bawah pohon asam yang sedang berbuah lebat.
Ternyata, Izah tidak masuk sekolah karena terkena cacar air. Sekujur tubuhnya dipenuhi bintik-bintik berair.
Izah melarang teman-temannya untuk mendekatinya karena takut tertular. Sebelum ini, saudara-saudaranya juga tertular dari dia.
Karena tak bisa mendekati Izah, Mayang pun mengalihkan perhatian ke buah asam yang lebat hingga menjuntai di tanah.

Air liur Mayang seolah terus menetes membayangkan rasanya. Dia pun meminta buah asam untuk dibuat sambal colek.
Setelah mendapat izin dari Izah, mereka berempat memanjat pohon asam yang sedang berbuah banyak tersebut.
Mayang dan tiga temannya itu seolah tidak peduli dengan suasana sore jelang Maghrib yang sudah mulai gelap.
Ketika sedang asyik memetik buah asam di atas pohon yang rimbun itu, tiba-tiba ada yang menyapa Mayang.
" Yang itu punyaku.. itu punyaku, jangan diambil!" teriak suara itu memperingatkan Mayang yang kaget.
Ketika mendongak ke arah datangnya suara, seketika itu juga Mayang melihat makhluk yang menyerupai kera hinggap di dahan terjauh.
" Kamu ambil lah. Aku juga tidak mau," jawab Mayang dengan santai. Mayang seolah tak sadar telah berbicara dengan seekor kera.
Setelah merasa plastik yang dibawanya penuh, Mayang pun berencana turun dari pohon. Sementara ketiga temannya masih sibuk memetik buah asam.
Tiba-tiba makhluk yang dilihat Mayang beberapa saat lalu, berteriak keras dengan nada yang sangat marah.
Rupanya salah satu adik teman Mayang mengambil buah asam yang tidak jadi dipetik oleh Mayang tadi.
" Itu punyaku.. Punyaku.. Itu punyaku!" teriak makhluk mirip kera itu sambil beberapa kali sambil menyemburkan ludahnya ke arah empat gadis tersebut.
Air liur makhluk berwarna hitam itu berserakan di mana-mana. Karena ingin menghindarinya, Mayang melakukan kesalahan saat kakinya menginjak dahan yang rapuh, hingga terjatuh.
Sementara teman Mayang dan adik-adiknya yang melihat Mayang tersungkur mencium tanah langsung tertawa. Namun tawa mereka terhenti saat melihat dahi Mayang berdarah.
Setelah kecelakaan kecil itu, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Namun ada pengalaman tidak mengenakan setibanya di rumah.
" Pulang dari rumah Izah, ketiga temanku gatal-gatal dan timbul bercak-bercak kecil, lama kelamaan makin besar dan melebar.
" Aku yakin itu dari air liur makhluk tadi. Untung saja aku bisa lari menyelamatkan diri meski terjatuh," kata Mayang.
Keesokan harinya, ketiga teman Mayang terkena cacar air seperti Izah. Hampir seminggu demamnya tidak kunjung reda.
" Sedangkan bentol-bentol berisi cairan terus membesar bahkan ada yang bernanah," kenang Mayang.
Karena masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik, kondisi tersebut mengejutkan Pak Mail, ayah dari teman Mayang.
" Pak Mail bertanya kepadaku ke mana kami pergi sebelum mereka demam. Aku pun cerita tentang apa yang kami alami.
" Ternyata kata Pak Mail teman-temanku terkena ludah jin yang menjadi penunggu pohon asam," kata Mayang.
Setelah meminum air yang telah dibacakan doa-doa, Alhamdulillah ketiga teman Mayang kembali sehat.
Sejak saat itu, Mayang dan ketiga temannya tidak pernah bermain di rumah Izah karena dilarang oleh Pak Mail.
Menurut Mayang, makhluk penunggu pohon asam itu bukan milik keluarga Izah. Tapi karena pohon asam itu terlalu rimbun dan tinggi, sehingga jadi tempat para jin bersemayam.
Selain itu, ketika mengambil buah asam di rumah Izah, waktu sudah hampir gelap dan sudah masuk Maghrib.
" Makanya kita jangan pernah berlindung di bawah pohon besar, apalagi yang rimbun dan tidak terawat.
" Bagi yang memiliki pohon besar yang rimbun, jika tidak ada kepentingan mohon dipangkas dan dibuang agar tidak menjadi tempat berlindung jin," katanya.
Kata Mayang, makhluk jin juga sebenarnya tidak mau memakan buah asam. Tapi makhluk halus ini sengaja memberi tanda untuk mengganggu kita.
" Itu juga kesalahanku karena menjawab tegurannya. Jika aku tidak menjawab, dia tidak akan tahu bahwa aku bisa melihatnya. Sehingga peristiwa itu tidak akan terjadi," pungkas Mayang.
Sumber: mStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam