Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Buaya Sungai Nil. (Foto: Tony Mackrill, National Geographic Your Shot)
Dream - Beberapa mumi buaya purba tanpa kepala telah ditemukan di kuburan Mesir yang masih belum terjamah sama sekali sebelumnya.
Para peneliti mengatakan mumi buaya yang ditemukan di Qubbat al-Hawaa di tepi barat Sungai Nil itu, diawetkan dengan cara yang 'unik'.

Buaya-buaya itu dimumikan dan dimakamkan dengan tujuan untuk menenangkan para dewa. Anehnya, kepala buaya dipotong setelah buaya dibunuh dan dikeringkan.
Meskipun memumikan hewan sudah menjadi tradisi orang Mesir kuno, namun temuan tersebut memberi wawasan baru tentang cara hidup buaya dan kematian mereka.
Menurut Bea De Cupere, dari Royal Belgian Institute of Natural Science, mumi hewan digunakan sebagai persembahan kepada dewa, atau dianggap sebagai manifestasi fisik dari dewa.
" Membunuh hewan bukanlah sebuah masalah jika muminya (perwujudan dewa) bisa menghubungkan dunia manusia dengan alam dewa," kata De Cupere, penulis penelitian yang mempublikasikan studinya dalam jurnal PLoS ONE.
Sebelumnya, para ilmuwan telah mempelajari bahwa buaya sering dijadikan tumbal sebagai cara menenangkan atau berhubungan dengan Dewa Sobek yang diasosiasikan dengan kesuburan.
Dewa Mesir kuno ini sering digambarkan sebagai buaya atau manusia berkepala buaya. Namun, mengawetkan buaya dalam bentuk mumi jarang sekali terjadi.

" Penemuan mumi buaya dengan kondisi utuh dalam penggalian makam yang lebih baru cukup langka. Sebagian besar hanya terdiri dari potongan-potongan yang sudah rusak," kata De Cupere.
" Karena itu, penemuan di Makam Qubbat al-Hawaa sangat unik, menampilkan koleksi mumi buaya yang dapat dipelajari dengan mudah," tambah De Cupere.
Penelitian itu kemudian menjelaskan proses mumifikasi buaya buntung kepalanya di Makam Qubbat al-Hawaa yang selama ini belum pernah dijamah penjarah kuburan.
" Diasumsikan bahwa buaya pertama-tama diletakkan di permukaan atau dikubur di lingkungan berpasir yang memungkinkan tubuhnya mengering secara alami.
" Bangkainya kemudian dibungkus dengan linen dan tikar yang terbuat dari daun palem sebelum dibawa ke makam tempat mereka disimpan.
" Selama proses mumifikasi, kerusakan terjadi pada beberapa buaya. Sementara sisanya yang lain terawetkan dengan baik.
" Untuk kasus mumi buaya tanpa kepala, tengkoraknya kemungkinan baru dilepas setelah sudah mengering secara alami," jelas peneliti.
Para peneliti tidak yakin bagaimana buaya itu dibunuh, karena tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan penyebab kematiannya.

Namun, beberapa metode dapat digunakan untuk membunuh hewan tanpa meninggalkan jejak yang jelas.
Buaya-buaya ini dibunuh dengan cara menenggelamkan, mencekik, dan menjemurnya di bawah sinar matahari untuk waktu yang lama.
Tim dari University of Jaén di Spanyol pertama kali mulai meneliti makam batu tersebut pada tahun 2008.
Situs pemakaman, yang namanya diterjemahkan sebagai 'Dome of the Wind', diperkirakan telah digunakan sejak sekitar 2.500 tahun yang lalu hingga periode Romawi dan Bizantium (30 SM - 642 M).
" Ini adalah salah satu Makam Mesir kuno yang paling padat 'penghuninya'. Banyak pejabat tinggi dimakamkan di kuburan yang dibuat dengan memotong bebatuan," tulis peneliti.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya