Jawaban Tukang Bakso Kalijodo Bikin Krishna Murti `Gubrakkkk!`

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 23 Februari 2016 19:22
Jawaban Tukang Bakso Kalijodo Bikin Krishna Murti `Gubrakkkk!`
Krishna yang kelaparan membeli bakso. Ia iseng-iseng bertanya ke tukang bakso. Tapi rupanya, si tukang bakso agak jengel digurui Krishna.

Dream - Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, punya pengalaman menarik saat melakukan pengamanan di kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam akun Facebook miliknya, Krishna menceritakan obrolannya dengan tukang bakso yang bikin dia 'gubrak'.

Saat pengamanan di Kalijodo, belum lama ini, Krishna yang kelaparan membeli bakso. Ia iseng-iseng bertanya ke tukang bakso.

" Udah berapa tahun jualan bakso Mas..?" tanya Krishna.

Si tukang bakso jawab; kira-kira 5 tahun lebih.

" Gerobak sama dagangannya udah milik sendiri apa punya orang lain mas..?" tanya mantan Kapolsek Penjaringan itu penasaran.

" Punya majikan saya. Saya tiap hari setoran," jawab si tukang bakso sekenanya.

" Jualan lebih dari 5 tahun harusnya mas udah punya gerobak dan modal sendiri mas (maklum mau ajak dia pindah jualan keluar Kalijodo)," balas Krishna berharap obrolan berlanjut.

Tapi rupanya, si tukang bakso agak jengel digurui Krishna. " Yah beginilah namanya orang kecil... Trus bapak sendiri bekerja jadi polisi ini sudah berapa tahun..?" kata si tukang balik bertanya.

" Udah 25 tahun. Memangnya kenapa..?" jawab Krishna bangga.

" Bapak sudah 25 tahun kerja jadi polisi, harusnya Bapak sudah punya Polsek sendiri..!!!," kata si tukang bakso enteng sambil menuangin kuah ke mangkok. Gubrakkkkkk! (Ism) 

1 dari 1 halaman

Jerit PSK Kalijodo di Buku Harian yang Tertinggal

Dream - Hingar bingar lokalisasi prostitusi di Kalijodo, ternyata menyimpan curahatan hati para Pekerja Seks Komersial (PSK) di sana yang sangat memilukan.

Berawal dari sebuah bilik kamar berukuran 1 x 2 meter yang berlokasi di Kafe Mega Mas, tertinggal sebuah buku catatan yang diyakini milik seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tertinggal.

Buku bersampul kotak-kotak merah dengan garis kuning di halaman depan ini tertulis sebuah nama; ‘Dewi.Me:Mas’.

Dalam lembaran pertama buku itu, hanya ada beberapa hitungan, dan setelah dibuka ke halaman berikutnya, si empunya buku ini ternyata menyelipkan sebuah catatan hidupnya yang berisikan bahwa ia sudah tak kuat lagi dengan profesinya saat ini.

" Aa. Allah aku udah gak betah hidup yang ku jalani. Ya Allah bimbinglah aku ke jalan yang benar. Ya Allah... Aku ingin jadi orang yang baik di mata semua orang terutama-Mu. Ya Allah... Kapan semua nich berakihir ya Aallah aku udah cape dengan semua nich," tulis pemilik buku diary.

Tak hanya buku ini, ternyata di kamar lain masih dalam lokasi yang sama yaitu Kafe Mega Mas juga ditemukan buku diary. Kali ini, buku tersebut tanpa sampul dan terlihat usang. Tak ada nama yang menunjukkan siapa pemilik buku ini.

Di dalam buku yang kertasnya sudah mulai terkoyak itu tertulis curahan hati PSK Kalijodo lainnya tentang kisah percintaan yang ia alami.

" Hidup ini begitu indah dan hidup ini pun begitu adil semenjak kenal dirimu walau pun kita hanya sebatas teman tapi suatu saat nanti aku."

" Andai kamu tau betapa ku merindukanmu. Andai saja kamu tau betapa hidup ini indah di saat bersama mu. Walu pun hanya dalam mimpi indahku saja, tapi suatu saat nanti aku percaya mimpi itu menjadi kenyataan untuk bisa hidup bersama mu my love."

Namun, di dalam lembaran buku tersebut tertulis sebuah nama 'Via'. Ia menulis bahwa ia terjerumus ke dunia gelap karena salah pergaulan. 

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone