Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Ohbulan.com)
Dream - Kawat gigi atau braces bukan hal yang baru di masyarakat umum. Tapi sebagian besar memakai kawat gigi karena mengikuti tren.
Dalam dunia kedokteran, kawat gigi itu dipasang dengan tujuan memperbaiki struktur gigi yang tidak sempurna, seperti gigi jarang, gigi tonggos, gigi bertumpuk, dan sebagainya.
Namun, akhir-akhir ini banyak pula yang memakai kawat gigi palsu. Apa tujuan pakai yang palsu ini?
Berikut adalah kisah yang dibagikan seorang dokter gigi Malaysia tentang anak berusia 10 tahun yang hampir seluruh giginya rusak gara-gara kawat gigi palsu.
Disuruh Pakai Kawat Gigi....
© Dream
Saya pernah menangani pasien seorang anak berusia 10 tahun. Tapi giginya malah rusak setelah memakai kawat gigi palsu.
Saat memeriksa anak itu, saya melihat gigi susunya yang berjumlah 63 buah rusak dan sedikit goyang. Sementara gigi lainnya yang berjumlah 65 benar-benar rusak.
Yang membuat saya bertanya-tanya, di mana anak ini pasang kawat gigi? Usianya baru 10 tahun, kenapa lagi harus pakai kawat gigi? Parahnya lagi, pemasangan kawat giginya juga tidak sesuai aturan.
Saat saya tanya dia pasang di mana, anak itu menjawab di Kuala Lumpur.
Kemudian ketika saya tanya kenapa pasang kawat gigi dan apakah memang harus? Dia menjawab tidak tahu. Dia hanya menuruti kemauan ibunya yang menyuruhnya pasang kawat gigi.
Saat saya tanya apakah yang pasang kawat gigi adalah seorang dokter, anak itu bilang tidak tahu.
Jawaban-jawaban anak itu membuat saya terkejut dan mengelus dada.
© Dream
Anak ini sebenarnya tak perlu memakai kawat gigi. Pemasangan kawat gigi malah mengorbankan giginya dan membuatnya kesakitan.
Saya heran apa maksud ibu anak itu menyuruh dia pasang kawat gigi di usia yang masih sangat muda? Apakah hanya ingin pamer bahwa mereka adalah keluarga kaya dan sanggup bayar biaya pasang gigi yang mahal?
Sayangnya, mereka adalah orang awam yang tidak tahu apakah yang dipasang itu kawat gigi palsu atau tidak.
Beruntung anak ini baru memakainya selama satu bulan. Kalau kawat gigi palsu tidak cepat-cepat dibuang, jika besar, gigi anak itu akan terlihat tonggos.
Tidak hanya itu saja. Gigi, gusi dan tulang akan rusak akibat tekanan yang berlebihan dari kawat giginya.
Sebenarnya banyak kasus tentang kawat gigi palsu ini. Tapi entah kenapa masih banyak pula yang tertipu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya