Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dikira Ular Raksasa, Ternyata Kumpulan Jutaan Larva Yang Merayap Di Atas Tanah. (Foto: Imgur)
Dream - Baru-baru ini penampakan foto makhluk yang merayap di atas tanah mirip ular raksasa menghebohkan jagat maya.
Makhluk yang didominasi warna gelap kecoklatan tersebut memiliki panjang hingga lebih dari 10 meter.

Namun setelah diamati dengan seksama, makhluk misterius itu sebenarnya bukan ular raksasa jenis baru.
Itu sebenarnya adalah sekumpulan besar larva agas spesies tertentu yang bermigrasi dengan berkumpul menjadi satu.
Berjumlah hingga jutaan, larva agas jamur ini akan merayap di atas tanah sebagai satu kesatuan hingga membentuk seperti ular besar. Fenomena aneh ini dikenal sebagai 'Pleń' di Polandia dan 'Heerwurm' di Jerman.

Sejauh abad ke-17, larva sciaria militaria, spesies agas jamur bersayap gelap yang ditemukan di seluruh Eropa Tengah, akan melakukan migrasi dengan merayap di atas tanah sebagai satu kesatuan dengan panjang mulai dari 50 sentimeter hingga 10 meter.
Orang Polandia, yang pertama kali mendokumentasikan fenomena langka dan aneh itu, menyebutnya sebagai Pleń. Migrasi yang unik ini diikuti oleh beberapa ribu hingga jutaan larva kecil agas sciaria militaria.
Mereka merayap di atas tanah sebagai satu kesatuan, menuju tujuan yang sejauh ini hanya merupakan spekulasi para ilmuwan.
Penyebutan pertama Pleń dalam dokumen Polandia berasal dari abad ke-17, di Silesia. Saat itu, orang menghubungkan fenomena tersebut dengan kemalangan atau kemakmuran dan kebahagiaan.
Mereka yang termasuk dalam kategori terakhir akan mengumpulkan larva sciaria militaria, mengeringkannya, dan kemudian menyebarkannya di tanah dan di lumbung mereka, untuk memastikan panen yang melimpah.
Sekitar 100 penampakan Pleń telah dilaporkan di Polandia setelah Perang Dunia Kedua. Yang terbaru bahkan berhasil tertangkap oleh kamera.
Fenomena ini telah diamati di Pegunungan Carpathian, rawa-rawa Biebrza, dan Hutan Purba Białowieża.

Meskipun laporan pertama diketahui ada di Polandia, namun fenomena Pleń ternyata juga ada belahan dunia lainnya.
Fenomena Pleń ini juga ditemukan di hutan Rusia, Lithuania, Swedia, Norwegia, Bavaria, Hongaria, Swiss, dan Amerika Utara.
Hingga saat ini, ilmu pengetahuan belum memberikan penjelasan lengkap tentang fenomena aneh dan langka ini.
Namun, menurut informasi penelitian yang ada saat ini, pergerakan ribuan larva kecil sebagai unit raksasa bekerja seperti ban yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Seekor larva akan merangkak di atas 'tetangganya', yang juga ikut bergerak. Ini berarti mereka bergerak dua kali lebih cepat.
Setelah itu, larva yang ada di atas tadi akan menghabiskan waktu di bagian bawah, begitu seterusnya.
Secara keseluruhan, jika jumlah larva terdiri dari dua lapisan, ia bergerak sekitar 1,5 kali kecepatan individu, dan jika jumlah lapisan lebih besar, kecepatannya juga meningkat.

Ini merupakan cara satu-satunya bagi larva agas jamur berpindah tempat dengan cara yang lebih efisien.
Adapun tujuan akhir dari migrasi ini diduga karena kekurangan makanan atau menghindari efek kering sinar matahari.
Sumber: OddityCentral
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya