Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto:Makintau.com)
Dream - Sosok muadzin pertama dalam islam yang selama kita kenal yakni Bilal bin Rabah yang merupakan pria berkulit hitam asal Ethiopia (Habsyah). Ia merupakan seorang budak pada zaman Rasulullah.
Berkat suaranya yang keras dan lantang, Rasulullah memberikan kepercayaan pada Bilal untuk mengumandangkan adzan pertama kalinya.
Bukan hanya Bilal yang berperan sebagai muadzin pada zaman Rasulullah. Seperti yang dikutip dari kitab Al Aghshan An Nadiyah Syarhul Khulashah Al Bahiyah Fi Tartib Ahdaats As Sirah An Nabawiyah, hal. 647, berikut deretan muadzin zaman Rasulullah:
1. Bilal bin Rabah
Bilal bin Rabah adalah muadzin pertama dalam Islam. Ia dibebaskan dari perbudakan oleh sahabat Abu Bakar As-Siddiq. Setelah bebas dari perbudakan, Bilal senantiasa berada disisi Rasulullah SAW, Bilal juga terlibat dalam semua peperangan serta peristiwa besar lainnya bersama Rasulullah dalam memperjuangkan agama Allah. Ia wafat di negeri Syam pada tahu 20 H.
2. Amru bin Ummi Maktum
Amru bin Ummi Maktum menjadi muadzin Rasulullah di Madinah, ia juga termasuk dari Al-Muhajirin atau orang-orang yang berhijrah pertama kali. Ia wafat pada akhir masa kekhalifahan Umar bin Khattab.
3. Sa'd bin Aidz Al Qurodh
Sa’d bin ‘Aidz Al Qurodh adalah muadzin Rasulullah di Quba. Pada saat Rasulullah wafat dan Bilal memutuskan untuk tidak menjadi muadzin lagi, Abu Bakar memanggilnya untuk menjadi muadzin di Masjid Nabawi. Ia kemudian wafat disana pada tahun 74 H.
4. Abu Mahdzurah
Dialah orang yang melakukan jarji' dalam adzan yaitu mengulang lafadz-lafadz adzan sebanyak 4 kali, 2 kali dengan suara keras dan dua kali dengan suara lirih dan ini termasuk sunnah dalam adzan, dia wafat di Mekkah pada tahun 59 H.
Ingin tahu lebih lanjut penjelasannya? Yuk selengkapnya Baca di sini . (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Pria Gemetar Saat Ditanya Rasul, `Kenapa Pukul Istri?` Benarkah Tumbuhan Berzikir? Jaminan Surga untuk Khadijah Sunah Rasulullah Kala Bangun Tidur Alasan Allah Menciptakan Manusia Berpasangan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya