Pelaku Pelecehan Modus Rapid Test di Bandara Soetta Ditangkap

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 25 September 2020 15:41
Pelaku Pelecehan Modus Rapid Test di Bandara Soetta Ditangkap
Pelaku tertangkap saat kabur ke daerah asalnya di Sumatera Utara.

Dream - Tersangka pelecehan seksual dan pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta, EF, akhirnya tertangkap. Pelaku sempat kabur saat mengetahui tindakannya terhadap salah satu penumpang pesawat menjadi sorotan media.

" Ya betul, Alhamdulillah berkat bantuan dan doa masyarakat sudah ditangkap," ujar Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Komisaris Alexander Yurikho, dikutip dari Merdeka.com.

Alex mengatakan EF ditangkap di tempat asalnya di Sumatera Utara saat menjadi buronan polisi. Penangkapan terjadi setelah sepekan lamanya polisi melakukan pengejaran.

" EP kami tangkap di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara," kata Alex.

 

1 dari 5 halaman

Dibawa ke Mapolres Bandara Soetta

Dia mengatakan usai ditangkap, EF dibawa ke Mapolres Bandara Soetta. Pelaku menjalani pemeriksaan secara intensif.

" Semoga setelah diambilnya keterangan tersangka, dugaan tindak pidana, bagaimana rangkaian tindak pidananya bisa teradi dan banyak pertanyaan bisa terjawab untuk dapat kami sampaikan lagi ke masyarakat," kata Alex.

Sebelumnya, Polres Bandara Soetta telah memeriksa 15 saksi terkait dugaan pelecehan seksual dan pemerasan yang dilakukan EF. Kasus ini terkuak setelah korban bercerita pengalamannya dilecehkan ke media sosial.

" 15 saksi telah kami periksa," ucap Alex.

 

2 dari 5 halaman

Tersangka Bergelar Sarjana Kedokteran

Penyidik juga telah memeriksa perwakilan PT Kimia Farma selaku perusahaan yang berwenang melaksanakan rapid test di Bandara Soetta. Dari pemeriksaan itu, diketahui tersangka memiliki gelar Sarjana Kedokteran.

" Tersangka memang punya gelar dokter," ucap dia.

Tetapi, penyidik masih akan memastikan gelar akademik tersebut dengan meminta keterangan dari pihak kampus. Berdasarkan informasi, tersangka merupakan lulusan Fakultas Kedoteran di Sumatera Utara.

" Kami akan konfirmasi tempat tersangka menempuh pendidikan, dan IDI juga akan segera memberikan keterangan untuk lebih memastikan profesi dan status dari tersangka," ucap dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

3 dari 5 halaman

Kimia Farma Akan Bawa Dugaan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta ke Jalur Hukum

Dream - PT Kimia Farta Diagnostika telah menggelar investigasi internal terkait dugaan pelecehan seksual yang dialami salah satu calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 18 September 2020.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadilah Bulqini, mengatakan pihaknya telah menghubungi penumpang yang bersangkutan.

" PT Kimia Farma Diagnostika telah menghubungi korban atas kejadian yang dilakukan oknum tersebut," ujar Adil, dikutip dari Liputan6.com.

Kasus ini mencuat setelah penumpang yang bersangkutan menceritakan kejadian tersebut di media sosial. Penumpang itu mengaku mengalami pemerasan dan pelecehan dari salah satu oknum petugas layanan medis Kimia Farma Diagnostika saat dia melakukan rapid test.

Kimia Farma Diagnostika sendiri adalah perusahaan penyedia layanan rapid test di Terminal 3 Bandara Soetta. Perusahaan tersebut menggelar investigasi internal dibantu Angkasa Pura II.

 

4 dari 5 halaman

Dugaan Pemalsuan Dokumen

Adil juga memastikan pihaknya akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Sebab, oknum yang bersangkutan diduga telah memalsukan dokumen.

" PT Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila dan intimidasi," kata Adil.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, mengatakan PT Angkasa Pura II sangat menyesalkan kejadian tersebut. Dia menyatakan pihaknya akan mendukung semua pihak dalam pengusutan kasus ini, termasuk untuk pengecekan CCTV.

" Kami sangat memberikan perhatian penuh terhadap adanya informasi ini. Kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak termasuk sudah berkoodinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai hal ini," kata Agus.

 

5 dari 5 halaman

Berharap Tak Terulang

Lebih lanjut, Agus berharap kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

" PT Angkasa Pura II sangat berharap hal ini tidak berulang kembali. Bersama-sama, PT Angkasa Pura II dan stakeholder harus menjaga reputasi Bandara Soekarno-Hatta," ucap Agus.

Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati

Beri Komentar