Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Rumah Kontrakan Yang Jorok Mirip Tempat Pembuangan Sampah. (Foto: Facebook Hang Dhamin)
Dream - Menyewakan rumah memang mengandung banyak risiko. Tidak ada yang tahu bagaimana tabiat si penyewa.
Pemilik rumah tentu merasa beruntung jika dapat penyewa yang jujur dan rajin bersih-bersih. Tapi, tiap orang kebiasaan yang berbeda, bukan?
Seperti yang dialami pemilik rumah kontrakan di Malaysia ini. Dia sangat syok mendapati rumahnya ditinggalkan penyewa dalam keadaan bak 'neraka.
Seluruh ruangan di rumahnya penuh dengan sampah. Dia pun pusing bagaimana bisa rumahnya menjadi sangat jorok.
Hang Dhamin, seorang pelancong terkenal asal Penang, mengunggah kondisi rumah kontrakan milik temannya di Facebook pada 30 September lalu.
Dhamin prihatin dengan rumah tersebut yang telah ditempati penghuni kontrakan tidak bertanggung jawab.

Bayangkan, rumah yang dikontrak selama ini berubah seperti tempat pembuangan sampah. Bagaimana tidak? Tumpukan barang dan sampah menjadi satu hingga hampir menyentuh plafon rumahnya.
Dhamin awalnya ragu ada penyewa yang bisa berbuat seenaknya dengan rumah yang dikontraknya. Tapi melihat rumah temannya, dia pun akhirnya percaya.
" Sebelumnya, jika melihat foto viral dari rumah-rumah kontrakan yang kotor dan hancur di tangan penyewa, saya akan berpikir bahwa itu sama sekali tidak masuk akal. Tidak mungkin sampai seburuk itu," kata Dhamin.

" Sekarang, saya bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri orang-orang gila ini memang ada. Mereka tak tahu diri menghancurkan salah satu rumah teman saya," lanjut dia.
Dhamin mengatakan dia dan temannya tidak tahu dari mana harus mulai membersihkan kekacauan di rumah kontrakan yang terletak di Bukit Gedong Flat, Pulau Pinang itu.
Barang dan sampah di rumah itu benar-benar memenuhi seluruh ruangan. Baik di dalam kamar tidur, ruang keluarga maupun kamar mandi.
Dhamin mengatakan butuk waktu berhari-hari untuk membersihkan rumah tersebut.

Temannya bahkan telah mengeluarkan uang ribuan ringgit hanya untuk membersihkan tumpukan barang dan sampah yang menggunung.
Dhamin menggambarkan orang yang mengontrak rumah temannya itu adalah " Penyewa dari Neraka" .

Karena, selain rumahnya hancur, temannya menjalani proses yang rumit hanya untuk mendapatkan kunci rumah itu dari penyewa.
" Kami membuat laporan ke polisi, dan menyewa seorang pengacara hanya untuk mengambil kunci rumah. Tidak hanya itu, penyewa juga tidak mau membayar sewa rumah."

" Kami benar-benar pusing begitu mendapatkan kunci dan membuka rumah itu. Rumah tersebut seperti tempat pembuangan sampah," kata Dhamin.
Untuk lebih meyakinkan netizen, Dhamin dan temannya merekam suasana rumah kontrakan yang isinya hancur berantakan tersebut.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya