Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Penampakan Rumah Megah Dan Mewah Di Desa
Dream - Jangan memandang rendah profesi seseorang. Siapa tahu orang tersebut malah lebih tajir dari yang merendahkan.
Mungkin kata-kata ini cocok untuk menggambarkan sosok penjual gorengan yang rumahnya dibahas dalam video kanal YouTube Dibra Channel.
Host Dibra Channel baru-baru ini dibuat terkejut dengan penampakan rumah mewah dan megah yang terletak di pinggir jalan desa di Garut, Jawa Barat.
Rumah yang didominasi warna krem dan cokelat tersebut memiliki desain yang tak kalah mewah dari rumah mewah di kota besar.
Padahal rumah yang di depan dan sampingnya sawah itu berada di Kampung Tanjung, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Yang mengejutkan rumah ini milik seorang penjual gorengan bernama Pak Iwan. Namun rumah mewah dan megah itu belum pernah ditempati.
Rumah tersebut bahkan akan dijual karena saat membangun, masih berumah tangga. Tapi saat rumah itu selesai, Pak Iwan sudah bercerai dari istrinya.
Beginilah penampakan rumah mewah dan megah yang dibangun penjual gorengan bernama Pak Iwan di Desa Samida.

Rumah berukuran besar dua lantai ini memadukan desain lengkung dan lurus pada pinggiran dinding-dindingnya.
Namun yang paling menonjol adalah jendela kaca super keren berbentuk lengkung yang menyerupai menara di pojok rumah.
Kaca tersebut dipasang mulai dari bawah hingga tembus ke atas, dan menjadi jendela bagi lantai dua.
Kemudian di bagian depan lantai dua yang menghadap halaman rumah dibuatkan balkon yang bisa digunakan untuk bersantai menikmati pemandangan sawah dan gunung nan jauh di sana.

Selain balkon, bagian rooftopnya juga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas bersantai di luar ruangan, seperti barbeque atau sekadar duduk menikmati alam pedesaan yang masih asri.
Sayangnya, karena tak pernah ditempati sejak selesai dibangun, rumah ini jadi terkesan kotor dan terbengkalai. Itu terlihat dari halaman rumahnya yang banyak ditumbuhi rumput dan tanaman liar.

Pak Iwan bahkan sudah membuatkan sebuah kolam di halaman rumah itu. Tapi kolam tersebut akhirnya hanya menjadi tempat tanaman liar yang tumbuh subur.

Inilah pemandangan suasana persawahan dan pegunungan jika dilihat dari teras rumah. Tampak begitu asri dan nyaman dipandang mata.

Karena rumahnya tidak ada yang menunggu, maka hanya bisa melihat bagian dalamnya dari kaca jendela yang berbentuk menara itu.

Penampakan bagian dalamnya memperlihatkan tangga melingkar yang masih belum terpasang railing. Ruangan di dalamnya juga kosong, tak nampak satu pun furnitur maupun perabot.
Ini adalah penampakan carport yang berada di samping rumah megah itu, yang langsung berbatasan dengan jalan desa.

Begini penampakan rumah megah milik penjual gorengan di Garut. Tampak ada tonjolan jendela kotak berwarna hijau dengan dinding oranye.

Rumah megah ini disebut strategis karena berada di pinggir jalan desa dengan akses menuju ke Jakarta.

Sumber: YouTube
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya