Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto Ilustrasi
Dream - Seorang pemuda mengalami pengalaman menyeramkan saat mengunjungi sebuah festival di Bolivia. Dia mengklaim terbangun di dalam sebuah peti mati yang biasa dipakai untuk ritual pengorbanan.
Pemuda tersebut bernama Victor Hugo Mica Alvarez (30) yang mengaku terlempar dari peti mati di Achacachi, sekitar 80 kilometr dari tempatnya pingsan, kota El Alto.
Mabuk berat saat pembukaan Festival Mother Earth, pemuda ini menghadiri sebuah perayaan dimana banyak orang menawarkan binatang hidup, janin domba hingga permen dan daun kok untuk persembahan keada dewi Bumi.
Victor mengklaim sebagai korban yang hendak dikorbankan dalam festival tersebut.
Kepada media lokal, Hector yang hadir dalam kondisi wajah penuh lumpur dan semen mengatakan, " Semalam adalah pembukaan festibal, kami berdansa dan setelah tak ingat apapun."
" Satu hal yang kuingat adalah saya mengira sedang berada di tempat tidur, saya ingin buang air kecil namun tidak bisa bergerak
" Ketika kudorong peti matinya, aku bisa memecahkan kaca sebagai cara untuk keluar," ata Victor yang menyebut lumpur dan semen tumpah di atas tubuhnya ketika kaca peti mata itu pecah
" Mereka mau menggunakan aku sebagai sullu."
Namun pengakuan Victor ditolak pihak kepolisian yang mengatakan dia terlalu mabuk untuk mengetahui alasan sampai berakhir di dalam peti mati karena dikubur hidup-hidup.
Sullu adalah istilah yang dipakai warga setempat untuk menggambarkan persembahan kepada Dewi Bumi atau Pachamama yang biasanya berlangsung setiap Agustus di Bolivia.
Biasa bentuk pengorbanan yang diberikan berbentuk manisan berwarna-warni, llama kering, tanaman obat, telur, mineral, namun ada yang memperingatkan pengorbanan manusia masih dilakukan.
Penulis perjalanan mengatakan 'dunia lain adalah sehari-hari' di Bolivia.
Pachamama tahun ini berlangsung pada tanggal 1 Agustus, dengan satu ritual yang melibatkan masyarakat adat berkumpul saat fajar untuk upacara dengan api dan persembahan.
(Sah, Sumber: Metro.co.uk)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya