Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Direktorat Siber Bareskrim Polri melakukan patroli siber di grup perpesanan WhatsApp yang terindikasi menyebar berita bohong atau hoaks. Tapi, polisi tidak secara langsung memantau WhatsApp.
"Kita hargai privasi seseorang. Kalau enggak melanggar hukum, ya ngapain," ujar Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa 18 Juni 2019.
Menurut Dedi, secara teknis, Direktorat Siber Polri akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kerja sama itu akan menghasilkan patroli siber yang dilakukan secara periodik.
"Ketika menemukan suatu akun penyebar konten hoaks, diingatkan. Kalau misalkan dia masif, baru dilakukan penegakkan hukum," ucap dia.
Polisi, kata Dedi, akan mengecek alur komunikasi dari barang bukti ponsel yang dimiliki pelaku. "Jadi bukan WhatsApp yang di handphone-handphone itu dipatroli," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, menyetujui adanya patroli siber pada WhatsApp grup. Kata dia, negara perlu memantau agar tak ada kondisi yang mengganggu situasi nasional.
"Ya memang harus begitu," kata Moeldoko, dikutip dari Merdeka.com.
Dia mengatakan, Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, Menkominfo, Mendagri, dan Jaksa Agung, sepakat perlu perhatian lebih pada situasi yang dapat mengacaukan situasi negara.
"Maka negara tidak boleh ragu-ragu untuk mengambil keputusan bahwa salah satu media sosial atau WhatsApp dan seterusnya apapun itu yang nyata-nyata akan mengganggu situasi keamanan nasional, maka harus ada upaya untuk mengurangi tensi itu," ujar dia.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan

Harga Rumah Makin Tak Terjangkau, Mengapa Terus Melonjak Dibanding Pendapatan?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang