Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Didin Dan Nida (YouTube Liputan6 SCTV)
Dream - Dua sejoli dari Cianjur mantap menikah meskipun kondisi akibat gempa bumi beberapa waktu lalu belum seratus persen pulih. Akad pernikahan digelar pada Minggu, 4 Desember 2022 di kediaman mempelai wanita, di Kecamatan Cugenang.
Pernikahan ini digelar sangat sederhana dan serba terbatas. Tempat resepsi bahkan digelar di antara reruntuhan puing bangunan yang jelas terlihat di rumah tetangga. Namun kondisi penuh keprihatinan ini tak membuat pernikahan kehilangan momen khidmat.
Sang mempelari pria, Didin mengatakan tekadnya sudah bulat menikahi pujaan hati bernama Nida meskipun kondisi memang belum kondusif pasca gempa.
“ (Kami berdua) tetap kekeuh untuk melaksanakan pernikahan ini, karena ini sudah direncanakan,” kata Didin, mengutip YouTube Liputan6 SCTV.
Saat para saksi berkata “ sah”. Didin dan Nida tampak tersenyum, rona bahagia begitu memancar dari dua orang yang kini menyandang status sebagai pasangan suami istri itu. Pengantin wanita tampil menawan dengan gaun pengantin serba putih.
Kedua belah pihak alias kedua negara juga sudah jauh-jauh hari menyepakati adanya pernikahan tersebut. Sebelum adanya gempa. Pernikahan ini dihadiri sanak keluarga dan sejumlah warga pengungsi.
“ Soalnya, kami juga sudah terdaftar sejak dua bulan lalu,” lanjut Didin.
Didin dan Nida belum memiliki rencana untuk berbulan madu. Setelah menikah, mereka terpaksa harus kembali tinggal di tenda pengungsian karena rumah mereka masih harus diperbaiki akibat gempa bumi.
Namun di balik kebahagiaan itu, Didin mengaku sedih lantaran salah satu anggota keluarganya menjadi korban meninggal dunia dari gempa bumi tersebut.
Diketahui gempa bumi Cianjur bermagnitudo 5,6 SR, yang terjadi pada Senin, 21 November 2022 itu menimbulkan 300 orang lebih meninggal dunia, dengan ribuan rumah terpantau rusak ringan hingga berat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya