Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penampakan Kura-kura Raksasa Berburu Anak Burung.
Dream - Sebuah video merekam perilaku kura-kura yang terlihat aneh dan sulit dipercaya untuk pertama kalinya.
Kura-kura dalam video tersebut tampak sengaja berburu dan membunuh sebelum memakan anak burung yang jatuh dari sarangnya.
Persepsi umum tentang kura-kura adalah bahwa reptilia ini tidak berbahaya. Kura-kura bahkan tidak berburu.
Hal ini dikarenakan hewan herbivora ini biasanya menghabiskan waktunya untuk makan dedaunan hijau setiap hari.
Jadi sangat aneh bagi Justin Gerlach, seorang ahli biologi di Universitas Cambridge, ketika temannya melaporkan tingkah aneh kura-kura itu.
Jika tidak melihat videonya secara langsung, Gerlach berpikir pasti ada kesalahan dalam laporan temannya itu.
Namun, terlihat jelas dalam video yang direkam Anna Zora itu seekor kura-kura berburu dan memakan anak burung.
Seekor kura-kura raksasa betina mengikuti seekor anak burung yang jatuh dari sarangnya di Pulau Frégate di Seychelles, sebuah pulau di lepas pantai Afrika Timur, pada Juli 2020.

Kura-kura tersebut mengejar mangsanya dengan gigihnya, sampai anak burung itu tidak lagi memiliki tempat untuk melarikan diri.
Tampak rahang kura-kura itu beberapa kali terbuka untuk menangkap burung itu. Kura-kura itu membenturkan kepalanya ke tubuh anak burung malang tersebut.

Setelah beberapa kali menemui kegagalan, kura-kura itu akhirnya berhasil menyudutkan anak burung tersebut sebelum menangkap kepalanya dan menghancurkannya.
Para peneliti yang menulis temuannya di Current Biology pada 23 Agustus mengatakan bahwa ini adalah kasus perburuan kura-kura pertama yang didokumentasikan.

Ini sangat mengejutkan bagi Gerlach. Dia mengatakan bahwa menonton video itu membuatnya merasa senang sekaligus ngeri pada saat yang bersamaan.
Menurut Gerlach, banyak herbivora akan memakan bangkai sebagai sumber protein ketika ada kesempatan. Namun dia tidak yakin apakah tindakan kura-kura itu disengaja atau tidak.
Tampak dalam video mangsa seharusnya dapat berlari lebih cepat daripada kura-kura, yang membuat perburuan iut menjadi tidak mungkin bagi hewan tersebut.

Anak burung itu dapat melarikan diri dengan mudah bahkan meski terlalu muda untuk terbang, menurut Gerlach.
" Namun, karena itu adalah burung yang bersarang di pohon, permukaan tanah adalah lingkungan yang berbahaya baginya," katanya.
Gerlach juga percaya bahwa kura-kura ini pernah berburu sebelumnya, karena gerakannya menunjukkan bahwa ia telah terbiasa.
Dia ingin mempelajari apakah perilaku berburu seperti itu normal atau ada hal lain yang mendorongnya melakukan tindakan itu.
Orang biasanya mengira kura-kura tidak memiliki kebiasaan menarik selain yang sudah kita ketahui. Namun, video ini menunjukkan bahwa masih banyak yang belum kita ketahui tentang hewan ini.
Sumber: I Am Lejen
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya