Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menyampaikan Pidato Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Maulid Nabi adalah perayaan besar hari peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mulia. Hari besar Umat Islam ini diperingati mayoritas muslim dan muslimah di seluruh dunia untuk mengingat, menghayati, serta memaknai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
BACA JUGA: Doa Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap Dengan Arab, Latin dan Artinya
Maulid Nabi sebagai penghormatan kepada Rasulullah SAW yang telah membawa kedamaian di muka bumi dengan jalan Islam. Sikap dan perilakunya dalam mendakwahkan Islam dijadikan kiblat bagi masyarakat Muslim sebagai tauladan yang baik.
Memperingati hari Maulid Nabi adalah bagian dari upaya mengingat kembali perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. Perjuangan yang berat selama berdakwah, disikapinya dengan tulus dan ikhlas hanya mengharap ridho Allah.
Inilah mengapa banyak kegiatan dan acara yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi. Tentu saja substansi dari acara-acara tersebut adalah untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam membawa agama Islam ke muka bumi.
Salah satu acara yang sering digelar adalah ceramah atau pidato keagamaan bertema Maulid Nabi. Berikut contoh pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW beserta hadisnya yang bisa kamu jadikan referensi.
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, assholatu wassalamu ‘ala ashrafil anbiya’i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluh. Amma ba’du.
Sebagai hamba yang beriman, marilah kita panjatkan puja dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita iman lahir dan batin, kesehatan dan kekuatan, sehingga kita masih bisa bertatap muka.
Sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan kita tidak akan menjadi umat yang bakhil akan sholawatnya.
Hadirin yang saya hormati, dalam kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato dengan tema memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang budiman, peringatan Maulid Nabi bukanlah hal yang baru. Bahkan Maulid Nabi sudah menyebar dan meluas di seluruh dunia dan Tanah Air. Hendaknya bukan hanya kegiatan yang bersifat lahiriah saja, tetapi lebih dari itu. Dalam peringatan ini hendaknya kita memahami secara mendalam dan meresapi arti dan makna lahirnya seorang Nabi yang membawa petunjuk dari Allah Yang Maha Agung.
Perlu diketahui, di antara orang-orang yang bertakwa adalah orang yang menghormati hari lahirnya Rasulullah SAW. Jika kita mengaku sebagai hamba yang beriman, dan hamba yang amat cinta kepada beliau SAW, maka hendaknya kita mengadakan peringatan-peringatan yang mengandung makna dan arti dari kehidupan beliau.
Tetapi jangan berlebihan! Karena Allah SWT tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan.
Rasulullah SAW bersabda:
“ Barangsiapa yang mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberinya manfaat kepadanya di hari akhirat kelak. Dan barangsiapa mendermakan satu dirham dalam memperingati hari kelahiranku, maka seakan-akan dia mendermakan satu gunung emas di jalan Allah SWT.”
Hadis di atas memberi pengertian bahwa betapa pentingnya kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. dengan memperingati hari yang mulia ini, mudah-mudahan kita semua mendapatkan syafaatnya dan perlindungan di hari akhir nanti.
Saudara seiman dan seperjuangan!
Oleh sebab itulah setiap tanggal 12 Rabiul Awwal seluruh umat Islam di seluruh dunia memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW. Dengan harapan akan mendapatkan syafat dan manfaatnya di hari akhirat nanti.
Hadirin yang dimuliakan Allah!
Mengapa peringatan Maulid Nabi ini diselenggarakan setiap tahunnya? Tentu ada tujuan yang memang dianggap bermanfaat, di antaranya sebagai berikut:
Yang pertama, menambah rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW.
Yang kedua, menyadarkan kita untuk meneladani sikap dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Yang ketiga, sebagai sarana untuk mendakwahkan Islam.
Oleh sebab itu, saya mengajak saudara-saudaraku semua untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW setiap momennya. Dan janganlah kita hanya memperingatinya saja tanpa menjadikan contoh dan uswatun hasanah.
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Lebih dan kurang saya mohon maaf. Kepada Allah saya mohon ampun.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Demikian itulah contoh pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW beserta hadisnya yang berhasil Dream kutip dari YouTube. Pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW beserta hadisnya di atas adalah bagian kecil dari ajakan kita untuk terus melanjutkan dakwah Islam yang telah dibawah oleh beliau SAW.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya