Turki Batal Ubah UUD Jadi Konstitusi Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 28 April 2016 16:44
Turki Batal Ubah UUD Jadi Konstitusi Islam
Di tengah keinginan mengubah UUD menjadi konstitusi Islam, PM Turki menegaskan sekularisme sebagai karakter asli dari negara Turki.

Dream - Keinginan Turki untuk kembali menerapkan konstitusi Islam menemui ganjalan. Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu menegaskan rancangan konstitusi baru Turki tetap akan menjamin keberadaan sekularisme.

Pernyataan ini muncul di tengah ramainya polemik di Turki terkait rencana penggunaan hukum Islam sebagai konstitusi baru di sana.

" Sekulerisme akan termaktub dalam rancangan konstitusi baru yang tengah kami susun yang menjamin kebebasan agama dan keyakinan rakyat dan menjamin negara berada pada jarak yang sama pada semua kelompok keyakinan," kata Davutoglu.

Dia mengatakan karakter demokratik dan sekuler dari Turki seharusnya tidaklah diperdebatkan. Ini lantaran karakter tersebut sudah ada sejak Turki dipimpin oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) sejak 2002.

Ketua Parlemen Ismail Kahraman mengatakan negara itu harus memiliki konstitusi agama. Pernyataan ini muncul di tengah gelombang dugaan pemerintahan AKP berusaha mengislamkan negara yang secara tradisional menganut paham sekuler tersebut.

Dugaan tersebut menuai protes dengan sejumlah orang menggelar demonstrasi di Ankara dan Istanbul. Para demonstran terlibat bentrok dengan polisi dan mereka coba dibubarkan dengan tembakan gas air mata.

Komentar Kahraman juga mendapat kecaman dari internal partainya. Pernyataan tersebut dinilai oleh sebagian pengurus partai merupakan pendapat pribadi.

Sumber: saudigazette.com.sa

Beri Komentar