Koper Hilang, Jemaah Haji Dapat Ganti Rp 7,4 juta

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 15 Februari 2016 17:02
Koper Hilang, Jemaah Haji Dapat Ganti Rp 7,4 juta
PO Qawafil memberikan ganti rugi sebesar 2.000 riyal, setara Rp7,4 juta atas hilangnya koper milik dua jemaah haji Indonesia saat menuju Madinah dari Mekah.

Dream - Perusahaan Otobus asal Arab Saudi, Qawafil bersedia memberikan ganti rugi atas hilangnya dua koper milik jemaah haji Indonesia tahun 2015. Kesediaan ini muncul setelah adanya desakan dari tim Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.

Pemberian ganti rugi sebesar 2.000 riyal, setara Rp 7,4 juta ini dilakukan di kantor PO tersebut di kawasan Syumaisi, Mekah. Uang ganti rugi diserahkan tim KUH KJRI Jeddah untuk diberikan kepada masing-masing jemaah yang kehilangan koper.

Pada musim haji 2015 lalu, terdapat dua jemaah yang kehilangan koper saat dalam perjalanan dari Mekah menuju Madinah menggunakan bus Qawafil. Mereka adalah Haji Amrizal dan Haji Suraji dari Kelompok Terbang (kloter) 15 Batam.

" Di tengah perjalanan itulah, koper dua jemaah haji tersebut jatuh," demikian penjelasan Ketua Kloter 15 Batam kepada anggota tim KUH KJRI Jeddah, Ahmad Kurniawan Nadjib, dikutip dari kemenag.go.id, Senin, 15 Februari 2015.

Peristiwa ini sempat dilaporkan kepada Petugas Daker Madinah dan langsung direspon. Staf Teknis Haji II KUH KJRI Jeddah Arsyad Hidayat bersama salah satu stafm Ahmad Kurniawan segera menemui pengelola PO Qawafil untuk meminta ganti rugi.

Pengelola PO tersebut sempat menolak dan menyatakan itu bukan tanggung jawab mereka. Alhasil, masalah ini tidak selesai hingga musim haji berakhir.

" Itu adalah tanggungjawab bagian penyusunan bagasi dari hotel ke bus. Mungkin mereka tidak mengikat atau menempatkan koper jamaah dengan baik," ujar Direktur Operasional Qawafil Sulaiman Ali.

Sulaiman mengatakan seharusnya masalah ini dilaporkan kepada dia segera setelah kejadian berlangsung. Tetapi, dia mengaku baru mendapat laporan ini setelah musim haji berakhir.

Tetapi, Arsyad kemudian memberikan penjelasan masalah ini telah dilaporkan petugas Pengawas Transportasi Daker Madinah kepada PO tersebut saat musim haji masih berlangsung. Sayangnya, PO tersebut tidak memberikan tanggapan.

Setelah melalui pembicaraan yang intens, Sulaiman akhirnya menyatakan bersedia membayarkan ganti rugi. Dia meminta tim KUH membuat surat permohonan ganti rugi.

" Tolong anda buat surat permohonan penggantian koper yang hilang itu," kata Sulaiman.

Sulaiman lantas memberikan cek senilai 2.000 riyal. Uang tersebut sebanding dengan nilai barang dalam koper jemaah haji yang hilang.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya