Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo Temui Jokowi, Ikut Jadi Menteri?

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 21 Oktober 2019 17:01
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo Temui Jokowi, Ikut Jadi Menteri?
Prabowo didampingi Waketum Gerindra Edhy Prabowo. Keduanya kompak memakai kemeja putih yang juga digunakan para calon menteri Jokowi

Dream - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, juga mendatangi Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Tiba di Istana Negara pukul 16.15 WIB. Dia terlihat mengenakan kemeja putih dan langsung menuju ruang pertemuan.

Prabowo datang tidak sendirian. Dia hadir didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo.

Belum diketahui maksud kedatangan Prabowo bersama Edhy ke Istana Negara.

Sebelumnya, sejumlah tokoh diminta hadir oleh Jokowi. Sebagian dari mereka akan mengisi jabatan menteri di kabinet baru Jokowi. Sama seperti Prabowo dan Edhy, para tamu yang diduga calon menteri Jokowi itu datang mengenakan kemeja putih.

Nama-nama tersebut seperti Mantan Ketua MK Mahfud MD, Bos Gojek Nadiem Makarim, Bos Net TV Wishnutama, Bos Mahaka Group Erick Thohir, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, serta Komisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rachman.

Selama dua hari yaitu pada Senin dan Selasa, 21-22 Oktober 2019, Jokowi memanggil sejumlah nama. Sedangkan keputusan untuk susunan kabinet baru akan ditetapkan pada Rabu, 23 Oktober 2019.

1 dari 5 halaman

Dipanggil Jokowi Bersama Pratikno, Fadjroel Rachman: Siap Bantu Beliau

Dream - Sejumlah tokoh terus berdatangan ke Istana Negara memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo. Selama dua hari, Jokowi menggelar interview dengan sejumlah nama yang bakal menduduki posisi menteri.

Pada siang hari sekitar pukul 14.07 WIB, datang tiga orang secara bersamaan. Mereka adalah Sekretaris Negara, Pratikno; peneliti Populi Center, Nico Harjanto; dan Komisaris Utama Adhi Karya, Fadjroel Rachman; kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Tetapi, Pratikno enggan memberikan keterangan terkait kedatangannya ke Istana. Dia irit bicara. " Sebentar, sebentar," ujar Pratikno, dikutip dari Merdeka.com, Senin 21 Oktober 2019.

Sementara, Fadjroel Rachman mengaku datang ke Istana hanya mendampingi Pratikno. Tetapi, dia mengaku siap jika diminta Jokowi untuk menjadi menteri. " Insyaallah kalau untuk negara. Semua (upaya) kalau untuk negara," kata dia.

" Saya bersedia menerima apapun yang dimintakan kepada saya untuk membantu beliau dan negara ini," tambah Fadjroel.

2 dari 5 halaman

Airlangga Hartarto Dipanggil ke Istana: Siap Bantu Jokowi

Dream - Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, juga datang ke Istana Negara. Dia termasuk salah satu nama yang memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo.

" Kami insyaallah menyatakan siap untuk mendukung Pak Presiden (Jokowi) dan Pak Ma'ruf Amin (Wapres), siap sampai 2024," ujar Erlangga di Istana Negara, Senin 21 Oktober 2019.

Menurut Airlangga, tidak hanya dirinya yang menyatakan siap mendukung Jokowi, namun juga Partai Golkar. Dia mengakui ada sejumlah kader Golkar yang dipanggil Jokowi.

" Kader Golkar insyaallah ada yang dipanggil dan ada yang tidak dipanggil," kata dia.

Tapi, Airlangga enggan menyebut posisi apa yang akan ditempati. Dia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Jokowi. " Saya kira menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden," kata dia.

3 dari 5 halaman

Bantu Jokowi, Erick Thohir Bakal Duduki Menteri Bidang Ekonomi

Dream - Bos Mahaka Group, Erick Thohir, bakal masuk dalam daftar menteri pembantu Presiden Joko Widodo. Dia akan menduduki salah satu kursi menteri di bidang ekonomi.

" Saya rasa lebih banyak di ekonomi, (pastinya) saya enggak tahu lebih banyak di ekonomi," ujar Erick di Istana Negara, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019.

Erick sempat berbincang dengan Jokowi membahas visi pemerintahan ke depan. Dalam pembicaraan itu, kata Erick, Jokowi menyampaikan pikirannya yang positif untuk rakyat.

" Dengan rendah hati, background saya swasta seperti juga Nadiem dan Wishnutama, ini bagian tugas negara yang saya rasa tidak pernah terpikirkan, tetapi intinya bagaimana beliau menyampaikan visinya, kita-kita semua wajib lah membantu," kata Erick.

Meski demikian, Erick mengakui menduduki kursi menteri bukanlah momen yang disambut dengan euforia. Sebaliknya, dia menilai jabatan tersebut merupakan amanah yang cukup berat dijalankan.

" Apalagi beliau juga tidak sungkan-sungkan, semua calon menteri harus menandatangani pakta integritas," ucap dia.

Dia juga mengakui ada keharusan untuk melepas jabatan ketika nantinya duduk di kursi menteri. Ini untuk mencegah adanya konflik kepentingan.

" Sudah pasti dengan jabatan seperti ini tidak boleh conflict of interest, memang cukup berat buat saya," kata dia.

Lebih lanjut, Erick mengatakan posisi pastinya akan diumumkan oleh Jokowi. Keputusan akan diambil setelah Jokowi selesai berdialog dengan sejumlah calon menteri.

" Kalau beliau (Jokowi) sudah berencana, tentu harus bersedia," ucap Erick.

4 dari 5 halaman

Siap Bantu Jokowi, Wishnutama Bakal Mundur dari Bisnis Media

Dream - Bos Net TV, Wishnutama, menerima tawaran Presiden Joko Widodo untuk menjadi menteri di Kabinet Kerja jilid dua.

" Saya diminta membantu beliau," ujar Wishnutama di Istana Negara, Senin 21 Oktober 2019.

Tetapi, Wishnutama tidak menyebutkan jabatan menteri yang akan diamanahkan kepadanya. Dia memberikan kata kunci, yaitu berkaitan dengan kemampuannya selama ini.

" Tentu akan diumumkan nanti oleh Bapak Presiden langsung, kira-kira di bidang kemampuan saya," lanjut Wishnutama.

Kanrena tawaran ini, dia bakal melepas jabatannya di sejumlah perusahaan media karena ada ketentuan yang mengharuskannya mundur dari segala jabatan jika menjabat sebagai menteri.

" Kalau enggak salah, di aturannya harus mengundurkan diri," kata dia.

Wishnutama mengaku, selama ini tidak punya cita-cita menjadi menteri. Namun demi pemerintahan, dia bersedia menerima tawaran dari Jokowi.

Wisnutama juga tak punya pengalaman duduk di pemerintahan. Meski begitu, bukan berarti dia tidak bisa bekerja.

" Yang penting kan semangatnya dulu. Kita lihat saja nanti, yang penting optimis ya, masak orang enggak optimis," ucap Wishnutama.

5 dari 5 halaman

Nadiem Makarim Mundur dari Gojek Usai Dipanggil Jokowi

Dream - Nadiem Makarim menjadi salah satu yang memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bos Gojek itu diajak berbicara mengenai susunan menteri kabinet baru Jokowi.

Nadiem mengaku mendapat tawaran dari Jokowi untuk menjadi menteri. Nadiem pun menyatakan bersedia menerima tawaran tersebut.

" Sudah dikasih tahu dan saya menerima," ujar Nadiem, dikutip dari Liputan6.com, Senin 21 Oktober 2019.

Nadiem tenar sebagai bos perusahaan aplikasi transportasi online, Gojek. Terkait posisinya di Gojek, Nadiem memutuskan mundur dari jajaran pemimpin perusahaan tersebut.

" Per hari ini, posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali di Gojek," kata dia.

Terkait posisi menteri apa yang akan dia pegang, Nadiem enggan memberikan keterangan. Dia mengaku tidak punya kewenangan mengenai hal ini.

" Saya belum boleh bicara mengenai itu (menteri). Itu hak prerogratif Presiden," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani)

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah