Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Itu Akhirnya Bisa Foto Wisuda Seperti Teman-temannya. (Foto: Twitter / @akuskizo)
Dream - Sudah menjadi kebiasaan banyak orang untuk mengabadikan momen bahagia dalam sebuah foto atau video. Dalam wisuda misalnya, banyak orang berfoto untuk mengabadikan kebahagiaan di hari kelulusan.
Tapi kisah yang dibagikan oleh Irwan melalui akun Twitter @akuskizo ini sungguh beda. Di tengah rasa bahagia yang meruap di gedung wisuda, terselip kisah pilu.
Irwan menceritakan pengalamannya saat menghadiri wisuda putranya yang lulus dari Taman Kanak-kanak. Saat itu acara wisuda hampir selesai. Para orangtua yang ingin anaknya difoto dengan baju wisuda dipersilakan ke belakang panggung.
Irwan pun pergi ke belakang panggung untuk membeli paket foto wisuda. Setelah itu giliran seorang pria dan anaknya maju untuk membeli paket yang sama.
Namun, pria itu bertanya kepada fotografer wisuda soal harga paket yang paling murah. Disebutkan bahwa paket foto wisuda termurah adalah 20 ringgit, sekitar Rp67.900.
Pria itu terdiam sejenak dan tiba-tiba menggandeng anaknya keluar untuk meninggalkan tempat foto wisuda tersebut.
Irwan merasa kasihan dengan mereka. Dia kemudian mengikuti ayah dan anak tersebut ke luar. Dia mendengar percakapan mereka yang menyentuh.
" Ayah, kita mau ke mana?" tanya anak itu. Ayahnya menjawab, " Kita pulang."
Wajah anak itu terlihat sedih. Dia tampak enggan untuk pergi meninggalkan sekolahnya.
Ayahnya membalikkan badannya dan mengatakan bahwa mereka tidak punya uang buat foto wisuda.
Saat itulah Irwan menawarkan diri untuk membayarkan biaya foto wisuda buat anak tersebut.
Anak tersebut begitu senang akhirnya bisa foto di acara wisudanya. Namun sang ayah tetap menolak dan mengatakan bahwa Irwan tidak perlu melakukannya.
Tetapi, Irwan tetap bersikeras untuk membiayai foto wisuda anak itu. Selain itu Irwan juga mengatakan putranya berteman baik dengan anak malang tersebut.
Akhirnya, anak tersebut bisa foto di acara wisudanya. Setelah mengambil foto, mereka berdiri di luar gedung wisuda.
Ayah anak itu mau menjelaskan sesuatu kepada Irwan. Namun Irwan segera memotongnya, dan mengatakan, " Tidak apa-apa. Saya juga pernah mengalaminya. Saya paham."
Begitu mendengarkan ucapan tersebut, ayah anak itu langsung merangkul Irwan dan menangis. Irwan kemudian bertanya tentang pekerjaan ayah anak tersebut.
Dia mengatakan bekerja hanya sebagai tukang las. Makanya, setelah dari wisuda anaknya, dia akan ke Kuala Pilah untuk memasang canopy.
Dia mengatakan motor yang dipakai untuk mengantar anaknya juga hasil meminjam dari bosnya.
Sebelum ayah anak tersebut pergi, Irwan memberikan sedikit nasihat kepadanya.
" Kamu masih muda, tetap bekerja demi keluarga. Ini semua hanya tahapan. Jika kamu bekerja sangat keras, hari-hari yang terasa pahit saat ini akan terasa manis di masa depan."
(Sumber: World of Buzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya