Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Tuti Rahmi, Foto : Istimewa
Dream - Pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan perekonomian. Banyak usaha yang penghasilannya mengerut, rugi, bahkan gulung tikar.
Tapi lain cerita dengan Tuti Rahmi. Ibu rumah tangga asal Medan, Sumatera Utara, itu justru meraup untung di tengah pandemi. Dia bahkan bisa mendapat untung berlimpah.
Usahanya cukup sederhana. Dia hanya menjadi reseller barang-barang kebutuhan rumah tangga di platform Dusdusan. Kini, omzetnya mencapai miliaran.
" Omzet meningkat jauh dari tahun sebelumnya, bahkan melebihi hampir 100 persen dari target pribadi saya. Alhamdulillah, saya sudah capai Rp3 miliar," kata Tuti.

Dia sangat kaget dengan peningkatan omzet itu. Apalagi, di tengah pandemi, saat banyak usaha lain gulung tikar.
" Cukup kaget dan tidak disangka, saya yang hanya bekerja dari rumah bisa capai hasil seperti ini," katanya.
Tentu, hasil itu tidak diraih dengan mudah. Dia harus bekerja maksimal menjalin kerja sama dengan pihak lain dan fokus melayani para pelanggan.
" Banyak juga kurir yang menggantungkan kebutuhan keluarga dari jasa pengiriman. Ini alasan utama saya tetap berjualan. Saya hanya ingin membantu mereka yang sedang berjuang untuk keluarganya dengan selalu memberikan pelayanan terbaik," ucap Tuti.
Dream - Di situasi pandemi seperi sekarang ini, banyak masyarakat mulai mengalihkan target pembelinya ke dunia online. Segala kebutuhan, mulai dari primer sampai tersier, sudah banyak tersedia lewat media online maupun platform e-Commerce.
Beralihnya para pembeli dan penjual ke dunia online membuat tingkat penjualan lewat media maya ini meningkat tajam. Tak hanya itu, orang yang berjualan online pun juga semakin meningkat. Salah satunya di platform Dusdusan.
CEO dan Co-Founder Dusdusan Christian Kustedi mengakui terjadi peningkatan minat usaha reseller di masyarakat Indonesia yang didorong oleh situasi dan kondisi di masa pandemi.
" Fokus kami saat ini adalah mendukung, para reseller semaksimal mungkin, agar kondisi keuangan keluarga mereka bisa bertahan bahkan berkembang di masa sulit seperti ini,” ujar Christian.

Peningkatan minat usaha reseller ini pun didukung oleh kolaborasi Dusdusan dengan partner-partner baru dalam menyediakan variasi produk guna mendukung penjualan reseller.
Saat ini Dusdusan telah menyediakan lebih dari 8 kategori produk, mulai dari
kebutuhan bahan makanan segar sehari-hari seperti telur, daging, sayur dan
sebagainya, hingga produk olahraga yang pada saat pandemi ini penjualannya
mengalami peningkatan cukup signifikan.
" Sebagai platform reseller, kami fokus pada perkembangan dan kemajuan reseller.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu reseller memiliki alternatif produk yang
sesuai dan tepat bagi usaha mereka. Ke depannya, kami akan terus berkolaborasi
untuk perluas lini produk,” ucap Christian.
Karena itu Kenaikan jumlah reseller juga diikuti dengan kenaikan omzet. Terlebih dengan peningkatan transaksi digital saat ini.
“ Di kuartal dua ini omzet kami meningkat sebanyak hampir 4 kali lipat bila
dibandingkan dengan tahun lalu. Dan di kuartal tiga pun masih terjadi peningkatan.
Artinya, bisnis para reseller terus berkembang. Dan harapan kami adalah dapat terus membina dan menjadi mitra bisnis bagi para reseller, mulai dari nol hingga sukses," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam