Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream – Bulan Ramadan menjadi saat terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sebab, Ramadan menjadi bulan suci yang penuh dengan rahmat dan ampunan.
Refleksi diri saat Ramadan sangat penting untuk merenungkan kesalahan-kesalahan kita. Tak perlu berkecil hati, semua manusia juga melakukan kesalahan.
Namun yang lebih penting dalam berefleksi adalah segera mengoreksi kesalahan yang telah kita perbuat. Segera bertaubat dan melakukan perbuatan yang lebih baik.
Tentu saja, refleksi yang kita lakukan harus dibarengi dengan segala ibadah yang wajib maupun sunah selama Ramadan. Dengan jiwa yang tenang, mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik di hari kemenangan.
Berikut ini beberapa cara memaknai Ramadan agar kita menjadi pribadi lebih baik.
Puasa merupakan ibadah spesial. Berpuasa hanya benar-benar dilakukan oleh orang yang memiliki keyakinan kuat. Puasa menghilangkan segala unsur kemunafikan dan ketidakpercayaan.
Allah SWT berfirman " Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah : 183)
Berpuasa punya tantangan. Tak hanya menahan lapar dan haus, berpuasa juga harus mampu mengekang segala hawa nafsu duniawi.
Memang tidak mudah, namun ketika berhasil menjalani setiap proses selama berpuasa, Allah menjanjikan surga sebagai balasannya.
Berbahagialah karena masih dipertemukan dengan Ramadan, bulan dimana segala amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya.
Alquran menjelaskan bahwa puasa sudah ditetapkan jauh sejak zaman para nabi. Artinya, berpuasa mengikuti jejak Rasul dan para nabi terdahulu.
Puasa telah menjadi salah satu tujuan yang mulia. Berpuasa menjadi pembeda luar biasa antara manusia dan ciptaan Allah yang lain.
Untuk itu, berbahagialah bagi orang-orang yang mampu menjalankan puasa. Jadikan setiap tauladan para Nabi dan Rasul dalam setiap jejak kehidupan kita.
Berpuasa sebagai bentuk pembebasan diri. Saat bulan Puasa, gaya kehidupan pun akan berubah, semuanya akan melibatkan spritual dalam diri. Karena setiap perbuatan baik akan terhitung sebagai ibadah berlipat ganda.
Ini berarti pembebasan diri dari segala bentuk kemunafikan didalam diri. Membawa keberkahan bagi jiwa-jiwa yang mencari ridho Allah. Bahkan, bukan hanya selama bulan suci Ramadhan, dalam bulan-bulan selanjutnya keberkahannya akan terus mengalir jika mampu menjaga diri selama bulan puasa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya