Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Polisi Italia menyita ratusan dormice atau sejenis tikus yang merupakan makanan kesukaan mafia di Negeri Pizza itu. Awalnya polisi akan menggerebek produsen ganja, namun malah menemukan dormince yang diternak untuk dimakan sebagai bagian dari ritual mafia tersebut.
Setelah polisi menyerbu gudang ganja di Italia selatan dan menemukan ratusan tikus, akhirnya tiga orang berhasil ditangkap.
Di sana terdapat beberapa kandang yang penuh dengan tikus hidup. Tikus itu rupanya sengaja diternak hingga akhirnya akan disembelih dalam sebuah ritual aneh. Sementara itu sekitar 235 tikus mati berada di dalam freezer.
Rupanya tikus beku itu dijadikan camilan favorit oleh klan Mafia Ndrangheta dari Calabria. Mereka menyajikannya kepada para tamu pada makan malam rekonsiliasi.
Klan Ndrangheta merupakan salah satu kelompok kriminal terkaya di dunia, yang beroperasi dari Calabria, Italia selatan.
“ Ketika polisi mendengarkan panggilan telepon mafia selama penyelidikan perdagangan narkoba, diketahui setelah perselisihan antar klan, mereka mengadakan makan malam perdamaian di mana mereka mengosumsi tikus,” ungkap Giovanni Malara, pendiri kelompok anti-perburuan liar Gruppo Adorno, seperti dikutip dari laman dailystar.co.uk.

Di Italia, menangkap dan memakan dormice merupakan tindakan melanggar hukum. Hewan pengerat yang mirip tikus itu justru dipandang sebagai makanan lezat di beberapa daerah di wilayah Italia bagian selatan.
Bahkan beberapa restoran sengaja membiarkan ekor berbulu khasnya tetap utuh, sehingga pengunjung dapat mengetahui apa yang sedang mereka konsumsi.
Dari surat kabar yang lain, diketahui mafia kriminal Ndrangheta juga melepaskan anjing-anjing galak untuk menangkap dormice.
Dormice sering ditangkap untuk dimakan setelah musim dingin saat mereka masih terlelap di sarangnya karena hibernasi. Para pemburu terkadang mengambil dormice muda dari sarangnya dan membesarkannya hingga bisa disajikan sebagai makanan.
“ Sangat kejam untuk memburu mereka dan menyimpannya di kandang, itu adalah perlakuan buruk terhadap hewan liar yang dilindungi oleh hukum,” ujar Francesca Manzia, dari Lipu, sebuah badan amal perlindungan satwa liar.
Tidak hanya Mafia Kriminal di Italia saja yang masih mengosumsi dormice. Tradisi memakan dormice sebagai jamuan acara tertentu juga sudah ada sejak zaman Romawi. Bahkan dormice juga dinikmati sebagai makanan di beberapa negara bagian Kroasia dan Slovenia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya