Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bule Pesta Halloween (Foto: Merdeka.com)
Dream - Sebuah video yang menunjukkan bule di Bali mengenakan seragam polisi saat perayaan Halloween viral di media sosial. Video itu direkam di salah satu kafe di kawasan Sanur dan dibagikan oleh salah satu akun TikTok yang kini sudah dihapus videonya.
" Bule bisa nyanyi Indonesia. So beautiful suaranya," tulis pemilik akun dalam keterangan unggahan, Minggu 31 Oktober 2021.
Aksi WNA asal Amerika Serikat berinisial RLB itu mendapat respons dari Kasi Propam Polresta Denpasar, Iptu Harun Budiyanto. Menurut dia, polisi telah mengecek peristiwa itu.

RLB, tambah Harun, telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf soal penggunaan atribut kepolisian tersebut. Ia juga mengaku tidak berniat melecehkan polisi.
" Dari keterangan yang bersangkutan, seragam tersebut didapatkan dengan cara membeli di salah satu toko yang menjual seragam dinas Polri," kata Iptu Harun, dikutip dari Merdeka.com.
Dari keterangan RLB, Polresta Denpasar kemudian mengumpulkan para pedagang atribut seragam polisi yang ada dan berjualan di wilayah hukum Polresta Denpasar pada Kamis, 18 November 2021. Atas kejadian tersebut, Harus mengingatkan kepada sembilan pedagang agar kejadian tersebut tak terulang.
Kemudian ia meminta kepada par pedagang atribut polri agar lebih teliti dan selektif dengan meminta KTA atau KTP personel polri. Kemudian pada pedagang diminta mencatat dari buku mutasi dan melaporkan ke Dinas Polri ke Polres terdekat untuk antisipasi penyalahgunaan.
" Kami berharap kerjasama dari para pedagang atribut Polri untuk lebih teliti dan selektif dalam menjual atribut seragam agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan merugikan polri," imbuhnya.
Iptu Harun juga mengharapkan kejadian yang sempat membuat publik heboh tersebut tak terulang.
Ia juga meminta para pedagangang untuk mengerti akan pekerjaannnya dan tak lagi terjadi hal merugikan, baik bagi pihak pedagang ataupun Polri.
" Apabila sewaktu-waktu ada hal yang mencurigakan kami mohon para pedagang dan pemilik toko atribut segera melakukan koordinasi atau melaporkan hal tersebut ke Sipropam Polresta Denpasar," ujar Iptu Harun.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya