Real Count KPU Rabu Sore: Suara Jokowi Tembus 25 Juta, Bagaimana Prabowo?

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 24 April 2019 17:37
Real Count KPU Rabu Sore: Suara Jokowi Tembus 25 Juta, Bagaimana Prabowo?
Daerah-daerah yang memberi sumbangan suara tinggi kepada Jokowi-Ma'ruf Amin masih datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dream - Suara calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin sudah menembus angka 25 juta. Data itu terlihat dalam real count Komisi Pemilihan Umum pada pukul 17.00 WIB, Rabu 24 April 2019.

Menurut laman resmi KPU sore ini, Jokowi-Ma'ruf Amin sudah mendapat 25.279.837 suara. Angka itu sekitar 55,80 persen dari suara yang masuk ke dalam sistem penghitungan KPU.

Sementara, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh suara sebanyak 20.022.606 atau sekitar 44,20 persen.

Dengan demikian, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul 5.257.231 atas pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Hingga pukul lima sore itu, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah memasukkan data C1 dalam sistem hitung cepat sebanyak 240.980, atau 29,62 persen dari total 813.350.

1 dari 5 halaman

Peta Kekuatan Jokowi Vs Prabowo

Daerah-daerah yang memberi sumbangan suara tinggi kepada Jokowi-Ma'ruf Amin masih datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di kedua wilayah ini, pasangan 01 meraup suara 5.180.874 dan 3.443.142.

Sementara, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno mendapat 1.553.411 suara di Jateng dan 1.528.864 di Jatim.

Jokowi juga unggul di Bali, Yogyakarta, NTT, beberapa wilayah Kalimantan, dan lainnya.

Prabowo-Sandi unggul di Jawa Barat dengan perolehan suara 2.049.429. Sementara Jokowi hanya 1.729.474.

Prabowo-Sandy juga terlihat unggul di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan beberapa wilayah lainnya.

Namun, perolehan suara ini sangat mungkin berubah seiring bertambahnya data yang masuk ke KPU.

2 dari 5 halaman

Ini Diagramnya

 KPU

3 dari 5 halaman

Perolehan Suara per Wilayah

 KPU

4 dari 5 halaman

Kiai Ma'ruf Amin: Jangan Panggil Wapres

Dream - Cawapres nomor urut 02, KH Ma'ruf Amin, menghadiri acara syukuran yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk kesuksesan penyelenggaraan pemilu. Dalam kesempatan itu, Kiai Ma'ruf enggan dipanggil sebagai Wakil Presiden.

" Jangan dipanggil wapres dulu karena belum resmi ditentukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum)," kata Kiai Ma'ruf Amin dikutip dari lamab NU Online, Senin 22 April 2019.

Menurut quick count alias hitung cepat sejumlah lembaga survei, Kiai Ma'ruf yang berpasangan dengan Joko Widodo memang mengungguli pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Namun, yang berhak menentukan kemenangan adalah KPU dengan dasar rekap suara manual.

5 dari 5 halaman

Rawat Keutuhan Indonesia

Pada kesempatan itu pula Kiai Ma'ruf mengajak warga Nahdliyin untuk terus mengawal dan merawat Indonesia agar tetap utuh dan tidak terjadi konflik.

" Ini tanggung jawab kita bersama di dalam mengawal negara ini supaya tetap bukan saja teap utuh, tapi juga sejahtera. Jadi namanya aman dan sejahtera," ucap dia.

Acara syukuran itu juga disertai potong tumpeng. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, memberikan potongan tumpeng kepada Kiai Ma'ruf. Dia bersyukur Pemilu 2019 berjalan damai. Dengan begitu, dunia internasional tahu Islam dan demokrais dapat berjalan beriringan.

" Kita semua beryukur kita mampu menunjukkan kepada dunia internasional Islam Indonesia berhasil membangun sistem demokrasi yang baik," kata KH Miftach.

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen