Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bedah
Dream - Sebanyak 232 gigi berhasil dikeluarkan dari mulut seorang remaja berusia 17 tahun. Anak muda bernama Ashik Gavai asal Buldhana, India itu memang bisa menggigit makanan yang dilahapnya. Tapi dia mengalami kesulitan saat mengunyah akibat memiliki 232 gigi kecil di sisi kanan gusinya. Alhasil, gigi-gigi itupun rontok.
Ratusan gigi milik Ashik sangat mengejutkan para dokter di Rumah Sakit Sir JJ, Buldhana. Serangkaian tes menunjukkan adanya pertumbuhan abnormal yang langka yang mempengaruhi molar kedua di sisi kanan bawah rahangnya.
" Awalnya, kami tidak mengetahui bagaimana bisa terjadi. Jadi kami memutuskan untuk operasi kemarin (Senin)," kata Sunanda Dhivare-Palwankar, kepala departemen gigi rumah sakit.
Saat operasi berlangsung, tim medis terperanjat melihat satu per satu gigi kecil bermunculan dari molar abnormal itu yang berukuran sekitar 3,5X2 cm, atau seukuran kelereng besar. " Pada hitungan terakhir, kami memiliki total 232 gigi kecil. Semua berkembang sendiri sebagai gigi keluar satu molar," kata Dhivare-Palwankar.
Di samping ratusan gigi kecil, Ashik juga memiliki gigi sekeras batu karang yang tertanam di molar itu. Saking kerasnya, dokter tidak bisa mencabutnya hanya dengan bor gigi biasa.
Seluruh operasi berlangsung tujuh jam. Kasus ini tidak hanya menjadi kasus pertama yang pernah ditangani rumah sakit tapi juga yang pertama yang ditemui Dhivare-Palwankar selama tiga dekade menjalankan praktik sebagai dokter gigi.
Dhivare-Palwankar menggambarkan, kondisi Ashik sebagai 'anomali perkembangan gigi', yang telah mempengaruhi bahwa molar tertentu pada tahap pembentukannya di usia yang lebih muda. Mungkin itu terjadi di saat setelah pembentukan gigi susu.

Secara medis, itu disebut sebagai 'Complex Composite Odonntom' atau tumor jinak gigi, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam makan, menelan, dan pembengkakan aneh di wajah pasien. " Kami percaya ini adalah rekor dunia, tapi kami akan melakukan penelitian lebih lanjut sebelum mengambil langkah lebih lanjut dalam hal ini," katanya sambil tersenyum. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya