Walikota Bogor Awalnya Tak Yakin Rektor IPB Bisa Terinfeksi Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 21 September 2020 12:01
Walikota Bogor Awalnya Tak Yakin Rektor IPB Bisa Terinfeksi Covid-19
Aria Bima selama ini melihat Rektor IPB sebagai pribadi yang sehat dan rutin berolahraga.

Dream - Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria, memutuskan menjalani isolasi di sebuah Rumah Sakit di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Arif yang diketahui positif Covid-19 sejak Sabtu, (19/9/2020) itu sempat menjalani isolasi mandiri di rumah. 

" Pak Rektor IPB, Alhamdulillah, kondisinya fit. Beliau memilih menjalani isolasi di sebuah rumah sakit di Sentul," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dikutip dari Liputan6.com.

Pernah menjalani perawatan di RS karena Covid-19, Bima mengatakan isolasi di rumah sakit sangat tidak nyaman. Aria Bima diketahui terinfeksi positif Covid-19 usai pulang dari luar negeri beberapa bulan lalu.

" Saya tahu menjalani isolasi di rumah sakit itu tidak enak, karena saya pernah menjalaninya. Saya salut dan memberikan apresiasi kepada Pak Rektor," kata Bima.

 

1 dari 2 halaman

Pertimbangan

Arif memilih isolasi di rumah sakit dengan pertimbangan agar perawatan dapat lebih fokus. Selain itu, menjaga agar keluarganya tidak tertular Covid-19.

Bima mengaku sempat kaget mendapat kabar Arif positif Covid-19. Sebabnya, selama ini dia mengenal Arif sebagai sosok yang sehat dan rajin olahraga.

" Karena, dia itu rajin berolahraga dan sangat menjaga kesehatan," ucap Bima.

Dia pun menduga Arif sampai tertular karena punya aktivitas yang tinggi. Tidak bisa dihindari, Arif harus bertemu dengan banyak orang.

" Peristiwa ini menunjukkan kepada kita bahwa, aktivitas tinggi, bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda, karena sirkulasi udara di dalam ruangan, memakai masker yang kurang baik, atau ada virus yang menempel di bagian tubuh, bisa saja menjadi penyebab penularan," kata Bima.

 

2 dari 2 halaman

Tracing Kontak

Arif tercatat sebagai satu dari tujuh anggota panitia seleksi calon pimpinan tinggi pratama. Panitia ini dibentuk untuk menyeleksi calon Sekretaris Daerah Kota Bogor pengganti Ade Sarip Hidayat yang bulan September ini memasuki masa purna tugas atau pensiun.

Bima mengatakan tracing kontak dekat Arif sudah dijalankan pada dua pekan lalu. Baik panitia maupun calon Sekda telah menjalani tes usap (swab test).

" Hasilnya semuanya negatif," kata Bima.

(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar