Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rektor IPB Arif Satria (Foto: Infopublik.id)
Dream - Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria, memutuskan menjalani isolasi di sebuah Rumah Sakit di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Arif yang diketahui positif Covid-19 sejak Sabtu, (19/9/2020) itu sempat menjalani isolasi mandiri di rumah.
" Pak Rektor IPB, Alhamdulillah, kondisinya fit. Beliau memilih menjalani isolasi di sebuah rumah sakit di Sentul," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dikutip dari Liputan6.com.
Pernah menjalani perawatan di RS karena Covid-19, Bima mengatakan isolasi di rumah sakit sangat tidak nyaman. Aria Bima diketahui terinfeksi positif Covid-19 usai pulang dari luar negeri beberapa bulan lalu.
" Saya tahu menjalani isolasi di rumah sakit itu tidak enak, karena saya pernah menjalaninya. Saya salut dan memberikan apresiasi kepada Pak Rektor," kata Bima.
Arif memilih isolasi di rumah sakit dengan pertimbangan agar perawatan dapat lebih fokus. Selain itu, menjaga agar keluarganya tidak tertular Covid-19.
Bima mengaku sempat kaget mendapat kabar Arif positif Covid-19. Sebabnya, selama ini dia mengenal Arif sebagai sosok yang sehat dan rajin olahraga.
" Karena, dia itu rajin berolahraga dan sangat menjaga kesehatan," ucap Bima.
Dia pun menduga Arif sampai tertular karena punya aktivitas yang tinggi. Tidak bisa dihindari, Arif harus bertemu dengan banyak orang.
" Peristiwa ini menunjukkan kepada kita bahwa, aktivitas tinggi, bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda, karena sirkulasi udara di dalam ruangan, memakai masker yang kurang baik, atau ada virus yang menempel di bagian tubuh, bisa saja menjadi penyebab penularan," kata Bima.
Arif tercatat sebagai satu dari tujuh anggota panitia seleksi calon pimpinan tinggi pratama. Panitia ini dibentuk untuk menyeleksi calon Sekretaris Daerah Kota Bogor pengganti Ade Sarip Hidayat yang bulan September ini memasuki masa purna tugas atau pensiun.
Bima mengatakan tracing kontak dekat Arif sudah dijalankan pada dua pekan lalu. Baik panitia maupun calon Sekda telah menjalani tes usap (swab test).
" Hasilnya semuanya negatif," kata Bima.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya