Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Mungil Meninggal Karena Hidungnya Mengeluarkan Darah (hmetro.com.my)
Dream - " Meskipun kami tidak tahu penyebab sebenarnya dari kematiannya, keluarga kami rela meski hanya 'dipinjami' Allah selama 55 hari," kata pria Malaysia bernama Mohd Shazwan Mohd Yusoff, 34 tahun.
Kalimat itu terucap dari mulut Mohd Shazwan usai meninggalnya sang anak, Muhammad Rais Hafiy Mohd Shazwan pada Selasa kemarin. Padahal, bayi itu tidak sakit apa-apa.
Muhammad Rais meninggal dunia setelah hidungnya berdarah saat tidur di kamar tempat penitipan anak di Seksyen 7, Shah Alam, Selangor.
Mohd Shazwan mengatakan peristiwa itu terjadi ketika dia dan istrinya, Nurul Ashikin Ahmad Rithauddin, 29 tahun, baru saja pulang dari tempat kerja.
© Dream
Mereka kemudian menjemput dua anaknya, Muhammad Raziq Hanan, 3 tahun, dan Muhammad Rais Hafiy, sekitar pukul 18.00 WIB.
" Melihat hidung Rais berdarah saat tidur dan tidak sadarkan diri, kami langsung membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, Allah lebih mencintainya," katanya kepada Harian Metro.
Mohd Shazwan dan keluarganya masih terkejut. Ini karena anak mereka itu baru sehari diantar ke tempat penitipan anak tersebut.
" Pada waktu kejadian, istri hanya tidur satu jam karena terlalu khawatir dan merasa tidak enak jika harus menitipkan Rais. Tetapi, istri harus pergi ke kantor mengurus pekerjaan yang menumpuk setelah cuti hamil," katanya.
© Dream
Mohd Shazwan mengaku tidak menyalahkan tempat penitipan bayi tersebut karena laporan otopsi tidak menunjukkan adanya memar atau luka.
" Namun, kami masih menunggu hasil tes yang telah dikirim ke laboratorium untuk mengidentifikasi penyebab kematiannya," jelasnya.
Dokter memberitahu hasil tes itu akan diperoleh dalam waktu satu bulan. Sehingga dia tidak bisa menuduh siapa pun yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.
Jenazah Muhammad Rais disholatkan setelah Zuhur di Masjid Ar-Rayyan, Seksyen 7 sebelum dimakamkan di Pemakaman Islam Seksyen 21 kemarin.
Sementara itu, Asisten Komisaris Polisi Distrik Shah Alam Shafien Mamat mengkonfirmasi kejadian tersebut. Dia mengatakan penyelidikan masih dilakukan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya