Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Helmy Yahya, Foto : Nur Ulfa/Dream
Dream - Helmy Yahya mengaku prihatin melihat masih banyak orang Indonesia yang tak menyadari kehebatan yang dimiliki bangsanya sendiri. Meski sering memprotes ketika budaya asli diklaim negara lain, Helmi miris banyak orang lupa untuk merawatnya.
" Potensi kita, budaya kita, banyak diambil orang diprotes. Batik diambil orang protes, tapi kita sendiri enggak pernah merawatanya," ungkap Helmy Yahya di kawasan Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Terdorong keprihatinan tersebut, Helmy bersama teman-temannya seperti Utama Prastha, Donna Widjajanto dan Reinhard Tas memutuskan menulis buku novel berjudul 'Clavis Mundi : Legenda Enrique Maluku, Pengeliling Bumi Pertama'. Novel tersebut menceritakan sejarah orang Indonesia sebagai travel pertama yang mengelililingi dunia.
Menurut Helmy, buku ini sengaja dibuat sebagai bentuk keresahannya melihat banyak aset negara yang diakui negara tetangga. Lewat buku ini, dia ingin mengenalkan kepada generasi muda untuk melek budaya dan sejarah Indonesia yang sering terlupakan begitu saja.
" Mereka kaya gini enggak tau, idolanya K-pop. Padahal kita punya tokoh-tokoh di masa lalu yang berjaya. Hari ini menolak lupa kita harus berpijak dari masa lalu," ungkap Helmy Yahya.

Proses pembuatan novel diakui berlangsung cukup lama karena proses riset yang panjang. Helmy sampai harus pergi ke Genoa, Italia untuk membuat fakta-fakta yang tertulis di dalam novel tersebut.
" Saya ke Genoa, kita riset banyak ke perpustakaan. Dari beberapa buku kita eksplorasi," tuturnya lagi.

Di sisi lain, lewat buku ini Helmy Yahya juga ingin menunjukan kebenaran soal nyanyian Nenek Moyangku Seorang Pelaut benar adanya.
" Novel ini menjadi langkah awal membuktikan klaim nenek moyangku seorang pelaut bukanlah omong kosong," tuturnya.
Buku ini ditulis berdasarkan fakta sejarah yang dikubur selama lebih dari 500 tahun lamanya. Bahkan Reinhard Tawas melakukan riset ke Museo Naval Museo del Prado dan Museo Nacional Centro de Arte Reina Sofia di Madrid, Spanyol selama satu bulan.
Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa sosok Enrique adalah benar pengeliling bumi pertama asal Maluku, Indonesia, yang melakukan ekspedisi perjalanan laut dengan Magellan dalam Armada de Moluccas.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya