Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Gelombang Tsunami (shutterstock.com)
Dream - Media militer Rusia membuat laporan yang mengerikan. Mereka mengklaim serangan nuklir Rusia mampu menimbulkan gelombang super-tsunami yang akan menghancurkan negara-negara Barat.
Dikutip dari laman Mirror.co.uk, Jumat 28 Desember 2018, laporan itu dimuat dalam edisi terbaru majalah mingguan yang berbasis di Moskow itu. Foto Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga dipajang pada halaman depan edisi tersebut.
Menurut majalah itu, Rusia mampu meledakkan Gunung Snæfellsjökull di Islandia dengan senjata termonuklir. Serangan pada gunung dengan ketinggian 1.446 meter itu akan menimbulkan tsunami yang sangat besar hingga mampu menenggelamkan Ibu Kota Amerika Serikat, Wahsington DC.
Pada skenario lain yang tak kalah mengerikan, serangan nuklir Rusia mampu menghancurkan Pulau Jan Mayen di Samudera Arktik sehingga bisa membuat negara-negara di Eropa Barat tenggelam.
Artikel karya Choro Tukembayev, orang yang mengaku sebagai ilmuwan dan ahli militer itu, menyatakan Washington akan hancur-lebur karena arus teluk yang membentang antara ibu negeri AS itu dan Islandia.
Tukembayev mengatakan bahwa serangan terhadap Snæfellsjökull akan sangat kuat dan meruntuhkan sisi bagian barat daya gunung itu dan membalikkan aliran teluk yang bisa menenggelamkan Washington.
Dia mengklaim adanya 'saluran alami' yang membentang di Samudera Atlantik menyerupai terowongan angin. "Pintu masuknya merupakan gunung. Pintu keluarnya adalah Washington," tambah Tukembayev.
Tsunami sangat besar itu juga disebut bisa meluluh-lantakkan Inggris Raya dan Eropa Barat. Menurut Tukembayev, wilayah itu "sangat rentan karena berkurangnya dasar laut dan aktivitas tektonik."
Namun, laporan media militer Rusia ini mendapat kecaman dari berbagai ahli yang dimuat oleh koran-koran utama Moskow. Para ahli menyebut artikel menakutkan itu sebagai sebuah laporan memalukan, tidak ditunjang dengan fakta ilmiah, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Ahli hidrologi terkemuka, Yuri Dolotov, mengatakan, "Ini omong kosong ditinjau dari sudut pandang geologi."
Menurut dia, arus teluk merupakan aliran air yang sangat besar. Sehingga tidak mungkin gunung di Islandia bisa menimbulkan tsunami bila dihancurkan.
"Meski seluruh pegunungan di Islandia dilempar ke arus teluk, ini akan seperti potongan batu bata yang dilempar ke Sungai Volga," ujar Dolotov.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Tak Selalu Bawa Sajadah, Inisiatif Ini Bantu Jamaah Salat Jumat Lebih Nyaman