Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Tradisi mudik tidak bisa lepas dari masyarakat Indonesia. Ada semangat untuk berkumpul bersama keluarga besar serta kerabat dan menyambung tali silaturahmi.
Meski bukan kewajiban, banyak orang merasa harus tetap mudik. Rasa rindu akan kampung halaman menjadi salah satu pemicunya.
Ketika mudik, seseorang tentu akan menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilometer jauhnya. Tentu perjalanan mudik sangat melelahkan.
Tidak mengherankan jika perjalanan di dalam Islam digolongkan bagian dari siksaan fisik karena akan menghadapi banyak keterbatasan. Apalagi ketika Ramadan yang terdapat kewajiban puasa di siang hari.
Dikutip dari Bincang Syariah, Rasulullah Muhammad SAW memberikan petunjuk kepada mereka yang sedang dalam perjalanan jauh saat Ramadan. Petunjuk ini berkaitan dengan puasa.
Pertama, Rasulullah membolehkan mereka yang dalam perjalanan untuk berbuka atau tidak berpuasa. Tetapi, kewajiban puasa itu diganti di hari lain sebelum tiba Ramadan berikutnya.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,
" Bukanlah suatu kebaikan melaksanakan puasa ketika melaksanakan perjalanan."
Hadis ini menunjukkan kebolehan orang dalam perjalanan untuk meninggalkan puasa. Sebab, puasa dapat menimbulkan dampak bagi fisik seperti kepayahan.
Petunjuk selanjutnya yaitu untuk mereka yang tidak merasakan kepayahan ketika dalam perjalanan. Rasulullah mempersilakan mereka tetap berpuasa tanpa mengambil keringanan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Aisyah RA menceritakan perbincangan antara Hamzah bin Amr Al Aslamiy dengan Rasulullah.
Hamzah bin Amr Al Aslamiy bertanya kepada Rasulullah SAW, " Apakah aku (boleh) berpuasa dalam perjalanan?" Rasulullah SAW menjawab, " Jika kamu mau, berpuasalah. Dan jika kamu mau, berbukalah."
Dua petunjuk di atas dapat dijadikan dasar bagi orang yang bepergian mudik. Jika fisik tidak kuat, dibolehkan tidak puasa dan apabila sanggup, dianjurkan berpuasa.
(ism, Sumber: bincangsyariah.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan