Sedang Sholat Berjemaah, Warga Gaza Kena Tembak Tentara Israel

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 1 April 2018 16:47
Sedang Sholat Berjemaah, Warga Gaza Kena Tembak Tentara Israel
Aksi militer Israel itu kembali mendapatkan kecaman dunia.

Dream - Aksi protes warga Gaza disambut peluru tajam oleh tentara Israel. Korbannya warga sipil tidak bersenjata, wanita dan anak-anak. Bahkan, tembakan muncul sembarangan, untuk mereka yang tengah sholat berjemaah.

Dilansir Irishtimes.com mengutip Reuters, Minggu 1 April 2017, tercatat 15 orang tewas dan 70 lainnya terluka dalam aksi Hari Tanah yang akan dilanjutkan dengan peringatan Nakba sejak Jumat lalu hingga 15 Mei mendatang.

Aksi brutal militer Israel bahkan terekam dalam salah satu video yang diunggah Jacob Magid, seorang wartawan Times of Israel, di Twitter. Terlihat tembakan Israel mengenai kaki seorang pria yang sedang sholat berjemaah di atas tanah.

Si pria itu terlihat kesakitan. Ia langsung keluar dari shaf dan berjalan terpincang-pincang, meminta perlindungan ke arah kawan-kawannya. Sambil dibopong, sebagian lain mengerubungi untuk menghindari dia dari peluru.

" IDF pasti akan sulit beralasan pria ini jatuh dari sepeda," cuit Magid.

Diketahui, ribuan warga Gaza mendirikan tenda dekat perbatasan. Militer Israel sejak pekan lalu telah mengatakan, lebih dari ratusan penembak jitu disebar di perbatasan, demi menghalau warga Gaza yang melakukan protes. Aksi militer Israel itu kembali mendapatkan kecaman dunia.

1 dari 2 halaman

Ketakutan, Pasukan Elite Israel Mengaku Lihat 'Neraka' di Gaza

Dream - Serdadu pasukan elite Israel dari brigade Golani menceritakan pertempuran pertama mereka di Syujaeyah, timur sebelah timur kota Gaza, kepada koresponden koran Maarev dikutip Dream.co.id dari laman InfoPalestina, Sabtu 16 Agustus 2014.

Serdadu itu mulai menguraikan apa yang mereka alami selama di Syujaeya. Mereka melihat semua yang ada di Syujaeyah seperti neraka jahanam.

Para pejuang Gaza telah menunggu di Syujaeyah. Mereka menembaki tentara Israel. Pertempuran pun terjadi dalam waktu cukup lama. Dalam pertempuran itu, serdadu Israel kehilangan 16 anggotanya termasuk seorang komandan tempurnya.

Pada malam pertama operasi, mereka menyerbu sebelah timur Syujaeyah, khususnya wilayah yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun mereka mendapat perlawanan dari para pejuang Gaza. " Kami ditembaki dengan senjata ringan, ada juga senjata otomatis dan roket RGB" .

Sejumlah perwira Zionis mengatakan, mereka memerangi pasukan perlawanan yang tidak 'kelihatan'. Para prajurit Gaza datang dan pergi dari tempat dan ke tempat yang mereka tidak ketahui. Mereka masuk satu terowongan dan keluar dari terowongan yang lain.

Serdadu yang lain mengatakan, ia beserta teman-teman yang lain, suatu ketika akan menyebu ke salah satu rumah yang dianggap kosong. Namun ternyata di dalamnya dipenuhi kelompok bersenjata hingga terjadi baku tembak. " Akhirnya kami melarikan diri yang bisa melarikan diri sementara yang lainya mati terbunuh" .

2 dari 2 halaman

`Israel Persulit Nelayan Gaza, Allah Kirim 100 Hiu`

Dream - Hanya dua kilometer dari selatan kota Khan Younis di pantai Jalur Gaza, nelayan Fouad Amoudi melihat gerakan aneh berupa gelombang air laut berwarna putih yang ternyata adalah sekawanan hiu yang tengah lewat.

" Saya segera memanggil beberapa teman dan bergegas untuk menangkap rejeki berharga yang dikirim Allah," kata Amoudi kepada Xinhua dengan senyum lebar di wajahnya dikutip Dream.co.id, Senin 20 April 2015

Menurutnya, bukan pekerjaan mudah untuk menangkap sejumlah besar hiu tersebut.

Amoudi dan lima nelayan lainnya mengambil perahu dan jaring tradisional mereka dan berlayar sejauh dua kilometer ke laut, untuk menangkap hiu sebanyak-banyaknya.

Saking banyaknya, Amoudi dan rekan-rekannya terpaksa memanggil puluhan nelayan lainnya untuk membantu mereka.

Beberapa lama kemudian, Amoudi dan rekan-rekannya berhasil menangkap sampai 100 ekor hiu, yang masing-masing beratnya berkisar antara 50 sampai 100 kilogram.

" Meskipun kami tidak memiliki kapal ikan besar dan kekurangan alat, kami akhirnya berhasil menangkap sejumlah besar hiu," kata Amoudi.

" Israel telah menutup jalur laut, tapi Allah mengirimkan rezeki kepada kami untuk anak-anak kami."

Israel memberlakukan blokade baik di udara dan darat di Jalur Gaza setelah Hamas menguasai Jalur Gaza yang miskin sejak tahun 2007. Tentara Israel mengobarkan perang sebanyak tiga kali di wilayah tersebut pada tahun 2009, 2012 dan 2014.

Sebelum Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di daerah Jalur Gaza pada musim panas tahun lalu, warga diperbolehkan menangkap ikan di laut dengan luas enam mil. Namun saat perang berlangsung, luas tangkapan semakin dikurangi menjadi hanya tiga mil.

Setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir dicapai pada tahun 2014, Israel mengembalikan daerah penangkapan ikan menjadi enam mil lagi.

" Meski sudah gencatan senjata dan membiarkan kami melaut seluas enam mil seperti sebelumnya, angkatan laut Israel tidak pernah berhenti mengejar kapal kami. Mereka menembaki kami hingga banyak nelayan yang tewas atau terluka. Kadang-kadang mereka juga menangkap dan merusak kapal kami," keluh Amoudi.

Tidak hanya Amoudi, tetapi juga 3.000 nelayan di sepanjang garis pantai Jalur Gaza berharap Israel menghentikan serangan terhadap nelayan dan memperluas daerah penangkapan sampai 20 mil seperti dulu sebelum pecahnya Intifada kedua pada akhir September 2000.

" Kami berharap pendudukan Israel ini akan berakhir suatu hari dan semua nelayan bisa melaut dengan wilayah yang lebih luas dan juga bisa menyelam," kata Mahmoud, seorang nelayan teman Amoudi.

Dia menambahkan ratusan hiu yang berhasil dia tangkap bersama rekan-rekan yang lain bisa memenuhi kebutuhan makan ratusan keluarga.

Penangkapan ratusan ikan hiu tersebut menghebohkan Jalur Gaza. Nizar Ayyash, Ketua Serikat Nelayan Jalur Gaza mengatakan, fenomena ratusan ikan hiu berada di perairan pantai Jalur Gaza adalah peristiwa alami biasa.

" Ini adalah kondisi yang normal. Setiap tahun, mulai akhir Maret hingga awal April, hiu dan banyak ikan lainnya datang untuk kawin dekat pantai, dan kemudian saat musim berakhir mereka akan menghilang dari pantai Gaza," kata Ayyash. (Ism) 

Beri Komentar