Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Korban Baru Menikah 10 Hari Yang Lalu. (Foto: Facebook Roslan Bin Ramli)
Dream - Kehilangan orang yang dicintai memang sulit untuk diterima, apalagi jika itu terjadi dalam semalam. Tapi sebagai manusia, kita tak bisa menolak takdir Allah.
Seperti kejadian yang menimpa rombongan guru yang mengalami kecelakaan maut pada pagi waktu setempat kemarin di Malaysia.
Dilaporkan, insiden maut terjadi saat empat guru yang mengajar di Sekolah Kebangsaan (SK) Umas dalam perjalanan dari Jalan Merotai menuju sekolah.
Namun, malang sekali, mobil yang mereka naiki tiba-tiba tergelincir dan jatuh ke dalam jurang di Tawau, Sabah, Malaysia.
Yang lebih mengharukan, salah satu korban tewas di lokasi kejadian, Dayana Damsah, dikabarkan baru berstatus istri 10 hari lalu.

Selain sebagai guru, wanita berusia 27 tahun itu dikenal menjadi Aktivis Dewan Muslimat PAS Kawasan Kalabakan, Sabah.
Dalam perjuangannya bersama Partai PAS, Dayana sangat aktif, khususnya dalam bidang dakwah melalui multimedia.
Sumber: Siakapkeli.my
Dream - Tak ada yang tahu rahasia di balik tiap peristiwa yang diberikan Tuhan. Itulah yang dirasakan Muhammad Aksa Hatta, warga Desa Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, Sulawesi Selatan.
Sehari pasca pernikahan, istri Aksa, Mita, meninggal dunia. Kabar itu menjadi perbincangan setelah unggahan pengguna Facebook, Aisyah Riffat. Saat ditanya oleh seorang pengguna dia menjawab mengenai kondisi yang dialami pasangan ini.
" Kaget dengar berita meninggalnya karena baru kemarin dari acara pernikahannya," tulis Aisyah.

Pasangan Mita dan Aksa saat resepsi (Facebook/Aisyah Riffat)
Aisyah menyebut, Mita sempat tak enak badan dan dibawa ke puskesmas. Setelah mendapat perawatan, Mita dirujuk ke rumah sakit di Pankajenne.
Tetapi, Aisyah tampaknya tak mengetahui detail penyakit yang dialami Mita.
Sepeninggal sang istri, Aksa mengunggah foto Mita. Ucapan belasungkawa pun bermunculan dalam unggahan itu.
Dream - Menjadi seorang ibu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Melahirkan dan kemudian membesarkan serta mengasuh anak adalah proses yang menantang bagi banyak ibu dan orang tua lainnya.
Namun, tidak semua orang tua memiliki kesempatan untuk mengalaminya secara langsung. Seperti kisah tragis dan menyedihkan yang dialami pria asal China ini.
Sin Chew Daily melaporkan pria itu harus menanggung rasa sedih yang dalam, karena kehilangan istri sekaligus putrinya dalam selisih waktu sepekan.
Insiden tragis di Zhejiang ini berawal ketika, seorang calon ayah melarikan sang istri ke rumah sakit karena air ketubannya sudah pecah.
Detik-detik istri akan melahirkan itu seharusnya jadi momen yang menegangkan dan membahagiakan bagi sang pria.
Namun, sang istri mengalami emboli air ketuban selama kelahiran bayinya. Akibatnya, dia tidak bisa diselamatkan meski dokter sudah berusaha menolongnya.
Untungnya, bayi perempuan mereka berhasil ditarik keluar, dan selamat dalam proses kelahirannya.
Sayangnya, putrinya harus masuk unit gawat darurat enam hari setelah kelahirannya. Anak itu mengalami susah bernapas.
Meski dokter sudah berusaha memberikan pertolongan, putri pria tersebut meninggal akibat mati lemas.

Pria mana pun pasti akan sangat sedih jika mengalami kejadian menyedihkan secara berturut-turut dalam waktu singkat seperti itu.
Namun pria itu berusaha untuk tegar. Dia bahkan membuat keputusan yang sangat mulia.
Dia ingin mendonorkan organ-organ bayi perempuannya kepada orang lain yang membutuhkan.
Dilaporkan bahwa sebelum memasuki ruang operasi, pria itu mencium dahi putrinya dengan air mata di wajahnya.
Kepada putrinya, pria itu berkata, " Malaikat kecilku, terima kasih telah datang ke dunia ini."
Atas permintaan pria itu, sepasang kornea dan ginjal gadis kecil itu disumbangkan untuk dua pasien yang sakit kritis.
Mereka pun akhirnya bisa melihat dan sehat kembali berkat kornea dan ginjal putri pria tersebut.
Pria itu yakin, jika istrinya masih hidup, dia pasti setuju dengan keputusannya untuk mendonorkan organ putri mereka.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya