Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf, membuat sejarah baru di tubuh ormas Islam terbesar di Indonesia itu. Selama hampir satu abad berdirinya NU, baru kali ini ada tokoh-tokoh perempuan masuk dalam jajaran Pengurus Besar.
" Baru kali ini, setelah 96 tahun usia NU menurut kalender masehi atau 99 tahun menurut kalender hijriah, kaum perempuan diakomodasi di dalam susunan pengurus harian PBNU," ujar Gus Yahya, dikutip dari NU Online.
Ada 11 nama tokoh perempuan di deretan pengurus. Mereka tersebar mulai dar Mukhtasyar (Dewan Penasihat), A'wan (Dewan Pakar), Tanfidziyah (Pengurus Harian) dan Kesekjenan.
Gus Yahya menjelaskan sebenarnya tidak ada batasan di NU sejak pertama kali didirikan. Sedangkan keputusan untuk memasukkan para tokoh perempuan ke dalam struktur kepengurusan PBNU lebih didasari adanya kebutuhan yang mendesak.
" Ada masalah-masalah besar terkait isu perempuan, kita ajak tokoh-tokoh perempuan yang paling tangguh dan kuat," kata Gus Yahya.
Salah satu tokoh wanita yang masuk dalam struktur kepengurusan PBNU adalah Alissa Wahid. Dia termasuk salah satu ketua di PBNU masa khidmat 2022-2027.
Alissa mengungkapkan peran wanita di lingkungan pesantren dan NU tidak pernah sebatas pendamping. Mereka memainkan peran sentral dalam perjalanan pesantren.
" Bu nyai itu mengelola pondok, punya pondok putri sendiri, punya pengajian sendiri, keluar-keluar, bahkan sudah punya BKIA (balai kesejahteraan ibu dan anak), BMT (baitul maal wa tanwil). Semuanya sudah dijalankan," kata Alissa.
Menurut Alissa, dulu peran kaum hawa di NU dibatasi melalui organisasi otonom seperti Muslimat, Fatayat, serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Seiring perkembangan waktu, masyarakat semakin integral.
" Nah, sekarang kita melihat bahwa ini sudah, masyarakat kita sudah demikian integralnya antara laki-laki dan perempuan, sehingga ruang para Nahdliyyat ini tidak dibatasi hanya pada banom (badan otonom) perempuan," kata Alissa.
Beberapa tokoh perempuan yang masuk jajaran kepengurusan PBNU yaitu:
Mustasyar
- Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudz,
- Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan
- Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid.
A’wan
- Hj Nafisah Ali Maksum,
- Nyai Hj Badriyah Fayumi,
- Nyai Hj Ida Fatimah Zainal,
- Nyai Hj Faizah Ali Sibromalisi, dan
- Nyai Hj Masriyah Amva.
Tanfidziyah
- Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa, dan
- Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid.
Kesekjenan
- Ai Rahmayanti di jajaran Wakil Sekretaris Jenderal.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa