Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf, membuat sejarah baru di tubuh ormas Islam terbesar di Indonesia itu. Selama hampir satu abad berdirinya NU, baru kali ini ada tokoh-tokoh perempuan masuk dalam jajaran Pengurus Besar.
" Baru kali ini, setelah 96 tahun usia NU menurut kalender masehi atau 99 tahun menurut kalender hijriah, kaum perempuan diakomodasi di dalam susunan pengurus harian PBNU," ujar Gus Yahya, dikutip dari NU Online.
Ada 11 nama tokoh perempuan di deretan pengurus. Mereka tersebar mulai dar Mukhtasyar (Dewan Penasihat), A'wan (Dewan Pakar), Tanfidziyah (Pengurus Harian) dan Kesekjenan.
Gus Yahya menjelaskan sebenarnya tidak ada batasan di NU sejak pertama kali didirikan. Sedangkan keputusan untuk memasukkan para tokoh perempuan ke dalam struktur kepengurusan PBNU lebih didasari adanya kebutuhan yang mendesak.
" Ada masalah-masalah besar terkait isu perempuan, kita ajak tokoh-tokoh perempuan yang paling tangguh dan kuat," kata Gus Yahya.
Salah satu tokoh wanita yang masuk dalam struktur kepengurusan PBNU adalah Alissa Wahid. Dia termasuk salah satu ketua di PBNU masa khidmat 2022-2027.
Alissa mengungkapkan peran wanita di lingkungan pesantren dan NU tidak pernah sebatas pendamping. Mereka memainkan peran sentral dalam perjalanan pesantren.
" Bu nyai itu mengelola pondok, punya pondok putri sendiri, punya pengajian sendiri, keluar-keluar, bahkan sudah punya BKIA (balai kesejahteraan ibu dan anak), BMT (baitul maal wa tanwil). Semuanya sudah dijalankan," kata Alissa.
Menurut Alissa, dulu peran kaum hawa di NU dibatasi melalui organisasi otonom seperti Muslimat, Fatayat, serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Seiring perkembangan waktu, masyarakat semakin integral.
" Nah, sekarang kita melihat bahwa ini sudah, masyarakat kita sudah demikian integralnya antara laki-laki dan perempuan, sehingga ruang para Nahdliyyat ini tidak dibatasi hanya pada banom (badan otonom) perempuan," kata Alissa.
Beberapa tokoh perempuan yang masuk jajaran kepengurusan PBNU yaitu:
Mustasyar
- Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudz,
- Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan
- Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid.
A’wan
- Hj Nafisah Ali Maksum,
- Nyai Hj Badriyah Fayumi,
- Nyai Hj Ida Fatimah Zainal,
- Nyai Hj Faizah Ali Sibromalisi, dan
- Nyai Hj Masriyah Amva.
Tanfidziyah
- Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa, dan
- Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid.
Kesekjenan
- Ai Rahmayanti di jajaran Wakil Sekretaris Jenderal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya