Kisah Indonesia Boikot Olimpiade Tokyo 1964, Tarik Seluruh Atlet ke Jakarta

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 29 Juli 2021 11:00
Kisah Indonesia Boikot Olimpiade Tokyo 1964, Tarik Seluruh Atlet ke Jakarta
Sejarah Indonesia dalam Olimpiade Tokyo.

Dream - Hingga Rabu 28 Juli 2021 petang, Indonesia telah meraih tiga medali dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020. Satu perak, dua perunggu. Belum ada emas untuk Indonesia. Tapi, waktu masih panjang. Para atlet Indonesia masih berpeluang menggondol emas.

Soal olimpiade di Tokyo, Indonesia punya sejarah tersendiri. Pada 1964, Indonesia pernah boikot ajang olimpiade yang digelar di ibu negeri Jepang itu. Sehari sebelum pembukaan Olimpiade Tokyo 1964, Indonesia dan Korea Utara memboikot ajang olahraga itu.

Keputusan itu diduga sebagai buntut perseteruan yang telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Diduga ada konflik antara Indonesia dengan lembaga utama olahraga Internasional. Pada 1962, Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games, menolak eikutsertaan atlet dari Israel dan Taiwan.

Kartun Warta Bhakti© The Olympians

Akibatnya, IOC (International Olympics Comittee-saat itu Presiden IOC Avery Brundage) memboikot Indonesia dalam seluruh ajang olahraga internasional untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sebagai bentuk serangan balik, Indonesia menyelenggarakan GANEFO Games (The Games of the New Emerging Forces).

1 dari 3 halaman

Kartun Warta Bhakti© The Olympians

Jelang acara pembukaan pada Oktober 1954, Indonesia tidak sabar menunggu undangan resmi dari Tokyo Olympic Organizing Committee (TOOC) lantaran mereka diperbolehkan untuk berpartisipasi.

Setelah menerima undangan resmi, Indonesia mendapat kabar dari FINA (Federation Internationale de Natation-Federasi Renang Internasional) dan IAAF (International Amateur Athletic Federation-Asosiasi Atletik Internasional) bahwa atletnya tidak dapat bergabung dalam olimpiade tersebut.

2 dari 3 halaman

Kartun Warta Bhakti© The Olympians

Pada tanggal 9 Oktober 1964, Korea Utara dan Indonsia akhirnya memutuskan untuk menarik seluruh tim dari semua cabang olahraga dan mendeklarasikan diri keluar dari Olimpiade Tokyo.

Sementara itu, kekecewaan terpancar dari atlet Indonesia di Tokyo. Pada malam hari, sehari sebelum acara pembukaan Olimpiade, para atlet pulang ke Jakarta. Media tanah air pun mendukung aksi boikot yang diambil Indonesia.

3 dari 3 halaman

Kartun Warta Bhakti© The Olympians

Keputusan dalam memperjelas sikap anti-IOC, anti-Barat, anti-kolonial menjadi hal penting. Kala itu, Indonesia menilai pihak lembaga olahraga internasional bersikap rasis dan perundung ulung. Dalam kartun diatas, tertulis kata " apartheid" yang diartikan sebagaimana Indonesia merasa didiskriminasi layaknya orang kulit hitam di Amerika Serikat, ataupun orang Asia di Eropa.

GANEFO merupakan cara Presiden Soekarno melawan dan mengatakan bahwa sudah waktunya negara-negara kecil untuk melawan negara penjajah. Hal ini terlihat jelas dari kartun yang dibuat surat kabar Warta Bakti kala itu.

Sumber: The Olympians

 

Beri Komentar