BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
(c) Dompet Dhuafa
Tak ada yang menyangka, suasana yang awalnya tenang di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat mendadak mencekam setelah dua gempa berkekuatan cukup besar datang mengguncang. Kondisi tersebut diperparah, karena gempa datang selama dua hari berturut-turut.
Gempa pertama terjadi pada Kamis (14/1/2021) pukul 14.35 WITA dengan kekuatan 5,9 SR. Lalu gempa dengan kekuatan yang lebih besar yakni 6.2 SR kembali terjadi keesokan harinya, yakni pada 15 Januari 2021 pukul 02.28 WITA.

Akibat adanya gempa berkekuatan cukup tinggi tersebut, sejumlah bangunan mengalami banyak kerusakan. Termasuk di antaranya fasilitas umum, ibadah dan rumah warga. Selain itu, kabar duka juga menyelimuti, karena banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Hal itu terjadi, karena korban tertimpa material yang ambruk saat gempa.
Lebih lanjut, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat Darno Majid melalui rilisnya menyebutkan, hingga saat ini ada 27 warga yang meninggal akibat gempa yang berpusat di Kabupaten Majene, pada Jumat (15/01/2021). Dari jumlah 27 orang yang meninggal, 18 orang meninggal di Kabupaten Mamuju, sedangkan 9 orang lainnya meninggal di Kabupaten Majene.

Sejumlah relawan berdatangan ke wilayah Majene, Sulawesi Barat, salah satunya Dompet Dhuafa melalui Tim DMC DD. Mereka menerjunkan empat tim. Pertama, ada tim yang berasal dari Majene Tengah melakukan assemen awal, lalu tim kedua yang berasal dari Sulawesi Selatan dengan menempuh jalur darat. Menyusul kemudian tim ketiga dari Jakarta dengan menempuh perjalanan melalui udara dan tiba di Palu. Setelah itu, baru melanjutkan perjalanan darat.
Adapun tim keempat berangkat dari Kota Pare-pare. Tim ini yang semalam (Sabtu, 16/01) berhasil menembus Kecamatan Malunda, Majene, Sulawesi Barat meskipun kondisi gelap karena listrik padam dan hujan lebat. Saat tiba dilokasi tim langsung membantu warga mendirikan tenda pengungsian dan membagikan makan malam kepada warga.

“ Sejak tengah malam hingga pagi ini tim DMC DD terus menyisir dan mengevakuasi masyarakat yang terdampak untuk ke pos pengungsian di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Selain itu tim DMC DD yang terdiri dari tim medis memberikan pelayanan kesehatan terutama para lansia maupun ibu hamil yang terdampak gempa,”ujar Rahmat H.M. selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Sulsel.
Rahmat melanjutkan jika pada pagi harinya tim medis DMC DD bersama para relawan berhasil mengevakuasi perempuan yang mengalami pendaharan untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Sedangkan, di lokasi lain tim respon turut serta membantu evakuasi pohon tumbang akibat longsor yang menimbun jalur arah Malunda.
“ Sebelumnya dari malam hari kami berupaya menembus ke Malunda, Alhamdulillah dari volunteer kami berhasil tembus ke Malunda (pusat gempa) di Mamuju, Sulbar, dan langsung bergabung dengan masyarakat yang mengungsi untuk mendirikan tenda pengungsian dan membagikan makan malam,” pungkas Rahmat.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
