Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sri Lestari Saat Mengadakan Sebuah Diskusi Dengan Penderita Paraplegia
Dream - Kecelakaan motor yang dialami wanita asal Klaten, Jawa Tengah ini rupanya menjadi kisah inspirasi bagi siapa saja yang mengenal akan sosoknya.
Sri Lestari harus rela tak lagi bisa berjalan usai kecelakaan motor pada 12 Februari 1997 silam. Bersama seorang teman, motor yang dinaikinya di tabrak oleh sebuah truk dan mengakibatkan Sri terpental ke dalam selokan.
Tulang punggung Sri hancur, rangkaian operasi telah dilakukan demi pemulihan tubuh bagian bawahnya. Namun Allah berkehendak lain, dokter yang membantunya tak bisa menyelamatkan Sri dari kelumpuhan. Berbagai pengobatan alternatif pun ia jalani demi perubahan yang amat ia harapkan.
Hari-hari Sri saat memulai aktivitas sebagai penyandang cacat sempat membuatnya merasa terpuruk. Bayangkan untuk ke toilet saja ia harus dibantu sang ayah, Sri juga harus menggunakan popok sekali pakai agar memudahkannya jika buang air.
Bertekad untuk merubah keadaan, anak dari pasangan Muji Rahardjo dan Suminem ini mengambil kelas kursus sulam, monte dan kristik dari salah seorang guru Sekolah Luar Biasa di Manisrenggo. Beruntungnya Bu Puji tak meminta bayaran, seakan ia tahu betul bagaimana keadaan keluarga Sri yang kesusahan.
Pada 2007, Sri bertemu dengan Bagyo yang merupakan Kepala Sekolah Yayasan Asuhan Anak-Anak Tuna Netra (YAAT) Klaten. Sri mulai bekerja di yayasan tersebut bertugas memasukkan data ke program Job Access With Speech (JAWS).
Saat acara kursi roda untuk dirinya dari UCP Wheel for Humanity bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Latihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Solo pada 2007, Sri berkenalan dengan Ninik, seorang relawan dari Griya Manunggal, Yogyakarta.
Perkenalannya dengan Ninik membawa Sri menjadi seorang relawan bagi penyandang cacat. Demi melancarkan kegiatannya, Sri membeli sebuah motor seharga Rp 4 juta dan dimodifikasi dengan tambahan uang Rp 2 juta. Bergabung dengan yayasan Carina membuat Sri mendapatkan sebuah pengalaman berharga dalam hidupnya yang sempat ia pandang sebelah mata. Ia berkesempatan mengunjungi korban gempa 2006 khusus penderita cacat di wilayah Klaten.
Tahun 2009 Sri tercatat sebagai relawan di UCP RUK (United Cerebal Palsy Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia) Yogyakarta. Ia berbagi cerita dengan penderita paraplegia (kelumpuhan pada bagian bawah tubuh akibat cidera sumsum tulang belakang), ia memberikan semangat dengan teman-teman yang mengalami hal serupa dengannya, kalau mereka bisa bangkit dan menjadi pribadi yang berguna dan berarti bagi manusia lainnya.
Tak puas dengan menjadi relawan, Sri bermimpi untuk berkeliling Indonesia menggunakan kursi rodanya bersama penderita paraplegia lainnya. Pulau Jawa dan Bali menjadi destinasi pertama dan terwujud di bulan Mei 2013 lalu. Seorang warga Kanada yang kagum dengan semangat Sri berhasil mendokumentasikan perjalanan Sri menempuh jarak 1.200 km selama 20 hari ke 21 kota di Pulau Jawa.
Sri juga berharap dapat mengelilingi Pulau Sumatera dan seluruh pulau-pulau di Indonesia tentunya bersama penderita Paraplegia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya