Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Insiden mengerikan terjadi di kota Jixi di provinsi timur laut China Heilongjiang. Sembilan orang anggota keluarga tewas keracunan mie yang telah difermentasi. Mie yang disebut Suantangzi ini rupanya telah disimpan di dalam freezer selama setahun.
Tiga orang anak di keluarga itu bisa selamat karena mereka menolak memakannya. Alasannya mereka tidak menyukai rasa dari mie tersebut.
Mie Suantangzi tersebut telah terkontaminasi oleh asam bongkrek yaitu asam yang terbentuk dalam proses fermentasi bungkil kelapa yang terkontaminasi bakteri. Asam bongkrek yang terkumpul dalam tubuh bisa menyebabkan kematian mendadak. Terlebih racun tersebut tidak mudah didetoksifikasi atau dibuang dari tubuh.

Gao Fei, direktur keamanan pangan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Heilongjiang mengatakan keracunan akibat asam bongkrek dapat dimulai beberapa jam setelah menyantap makanan yang telah terkontaminasi.
Gejala yang dihasilkan seperti sakit perut, berkeringat, kelemahan genera, dan mengalami koma. Bahkan kematian dapat terjadi dalam waktu 24 jam.

Saat ini belum ada obat penawar khusus setelah seseorang terkena racun asam bongkrek. Mr Gao juga menyebutkan meskipun direbus dalam suhu yang tinggi, namun asam bongkrek masih tetap bertahan.
Di Indonesia sendiri, produksi asam bongkrek telah dilarang. Karena telah menyebabkan banyak kematian. Pada tahun 1951 hingga 1975, rata-rata terjadi 288 kasus dengan 34 kematian.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam