Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kodok Tanpa Kepala Itu Melompat Saat Didekati.
Dream - Seorang lelaki di Ottawa, Kanada, terkejut setelah melihat seekor kodok 'zombie' yang tiba-tiba kabur saat didekati.
Lelaki berusia 32 tahun itu mengatakan pada awalnya dia mengira kodok tanpa kepala di tempat kerjanya itu sudah mati.
Namun saat dia mendekati kodok itu, binatang amphibi tersebut kabur dengan kepala putus dan berdarah.
" Saya lihat kepalanya sudah tak ada dan lukanya masih berdarah.
" Saya kira ia telah mati tetapi saat coba mendekatinya, ia tiba-tiba melompat dan membuat saya terkejut," katanya.

Terkejut dengan kejadian aneh itu, lelaki tersebut kemudian merekam aksi kodok tanpa kepala itu melompat.
Dia kemudian memfokuskan kamera pada bagian otot-otot leher kodok itu yang dilihat masih bergerak seperti bernafas.
Tidak sampai hati dengan keadaan kodok itu, lelaki tersebut mengambil keputusan untuk mematikannya.
Video kodok masih tetap hidup meski kepalanya sudah putus ini tentu bikin heran sekaligus merinding.
Namun seorang profesor sains biologi dari California State University bernama Emily Taylor memiliki penjelasan sendiri.

Katanya, seekor kodok masih bisa hidup meski tanpa otak sekali pun. Ini semua terkait dengan batang otak.
" Batang otak menjaga semua aktivitas dan reaksi organ di bagian tengah tubuh, seperti degupan jantung, pencernaan dan fungsi lain.
" Jadi, secara teori, tubuh dapat bertahan hidup dengan hanya bagian otak itu, walaupun bagian otak yang terkait dengan kesadaran, ingatan dan pengambilan keputusan telah hilang," katanya.
Namun kemungkinan kodok tetap bisa bertahan dan hidup dalam jangka panjang tanpa kepalanya sangat kecil.
Masalahnya, kodok tanpa kepala itu tidak mungkin bisa makan atau melepaskan diri dari pemangsanya.
Sumber: mStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya