Sholat Subuh Terlambat 45 Menit, Dua Pengurus Masjid Nabawi Dipecat

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 15 Juni 2021 14:00
Sholat Subuh Terlambat 45 Menit, Dua Pengurus Masjid Nabawi Dipecat
Syeikh Sudais memberhentikan Direktur dan Wakil Direktur Imam dan Muazin Masjid Nabawi akibat sholat Subuh molor jauh dari jadwal.

Dream - Dua pejabat senior di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, dipecat karena pelaksaan sholat subuh yang molor 45 menit . Perintah pemecatan itu dijatuhkan oleh Kepala Kepresidenan Umum Dua Masjid Suci, Syeikh Abdul Rahman Al Sudais.

Putusan ini dijatuhkan menyusul tertundanya pelaksanaan sholat Subuh hingga 45 menit lamanya antara azan dan iqomah. Peristiwa ini sendiri terjadi pada Rabu, 9 Juni 2021.

Dua pejabat yang dipecat tersebut yaitu Direktur dan Wakil Direktur Departemen Imam dan Muazin Masjid Nabawi.

" Direktur Departemen Imam dan Muazin telah dipindahkan dari jabatannya," demikian pengumuman yang diunggah pada akun resmi @haramain.info.

 

1 dari 3 halaman

Berlakukan 2 Imam dan 3 Muazin Tiap Sholat

Syeikh Sudais juga memerintahkan agar diberlakukan mekanisme dua imam dan tiga muazin untuk setiap sholat fardlu. Satu orang bertindak sebagai imam utama dan lainnya sebagai cadangan jika imam utama berhalangan hadir tepat waktu.

" Ke depan, untuk setiap sholat, akan ada Imam yang ditugaskan dengan imam cadangan dan tiga muazin yang dialokasikan untuk setiap sholat. Satu muazin mengumandangkan azan, satu muazin menyerukan iqomah dan muazin cadangan," demikian pengumuman tersebut.

Pengumuman senada juga diunggah akun Facebook @Haramain Sharifain. Akun lain dari Pengelola Dua Masjid Suci tersebut mengunggah foto Syeikh Sudais bersama keputusan pemecatan tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Saudi Buka Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk Qiyamul Lail

Dream - Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan Masjidil Haram di Mekah akan dibuka untuk ibadah Qiyamul Lail pada 10 malam terakhir Ramadan 1442H. Jemaah bisa melaksanakan Qiyamul Lail usai sholat Isya hingga Subuh tetapi diharuskan terdaftar pada aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna.

Selain itu, sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah telah menegaskan perlunya vaksinasi Covid-19 bagi para pegawainya. Vaksinasi menjadi syarat wajib bagi para pegawai untuk masuk kerja.

Para pekerja di Masjidil Haram diharuskan memperbarui status mereka pada aplikasi Tawakkalna. Hanya mereka yang sudah divaksinasi dan sudah berstatus 'tervaksin' pada aplikasi, diizinkan masuk ke tempat kerja.

Demikian halnya dengan Masjid Nawabi di Madinah, bersiap menyambut jemaah untuk ibadah Qiyamul Lail. Masa 10 malam terakhir Ramadan dimulai pada Senin pekan depan, diyakini sebagai periode paling diberkati di Bulan Suci, saat jatuhnya Lailatul Qadar.

 

3 dari 3 halaman

Sambut Lailatul Qadar

Umat Islam percaya Lailatul Qadar adalah malam ketika ayat-ayat pertama Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad, dan masjid-masjid di seluruh dunia dipenuhi jemaah selama periode ini. Pahala beribadah pada malam ini lebih baik dari pahala ibadah 1000 bulan di waktu lain, menurut Alquran.

Malam saat Lailatul Qadar jatuh tidak diketahui untuk mendorong jemaah mencari malam yang tepat sepanjang waktu ini. Meskipun diyakini jatuh pada salah satu malam ganjil dalam periode 10 hari.

Tindakan pencegahan yang ketat dilakukan untuk memastikan bahwa virus korona tidak menyebar di Masjid Nabawi. Langkah-langkah diambil untuk memastikan bahwa jemaah dapat beribadah dengan nyaman, dikutip dari Arab News.

Beri Komentar