Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Ini kisah Dewi Sutedja. Perempuan yang menempuh jalan berliku untuk berhijab. Tak mudah baginya untuk mengambil keputusan menutup penuh aurat itu. Berbagai ketakutan terus membayang.
Masa depan suram. Itulah bayang dominan yang selalu menghantui sebelum berhijab. Apalagi dulu Dewi gemar menari. Bagaimana bisa menjadi penari profesional seperti yang dia idamkan dengan hijabnya nanti? Adakah perusahaan yang mau menerimanya jika berhijab?
Belum lagi tentangan malah datang dari orang terdekatnya, mami tercinta. Sang mama melarangnya berhijab dengan berbagai cara. Mulai rayuan, perintah langsung, hingga buraian air mata. Sang mama takut Dewi tak dapat jodoh dengan hijab itu.
Namun, Dewi tetap nekat. Dia takhlukkan segala galau hati. Dengan segera hijab dia kenakan. Bismillah...... Tak ada lagi keraguan. Sekali hijab terpasang, pantang untuk ditanggalkan. Sang mama secara perlahan dia yakinkan. Hijab bukanlah pembatas nasib hidup.
Dan benar saja, sejak berhijab hidup Dewi jadi tenteram. Kuliahnya bisa selesai dengan cemerlang. Memang, semula Dewi berulang kali ditolak perusahaan hanya gara-gara hijab. Keluar masuk kantor, selalu gagal di tahap akhir wawancara.
Namun dia tak patah arang. Suatu saat, dia dipanggil perusahaan keren asal Jepang. Saat wawancara dia ditanya oleh orang Jepang petinggi perusahaan, “ Dewi, mengapa pakai kain (hijab)? Tidak panaskah?”” Dewi pun menjawab dengan tersenyum, “ Tidak, Tasaki San. Ini karena perintah Tuhanku. Aku seorang muslimah. Apakah ini jadi masalah?”
Mr. Tasaki tersenyum. “ Masalahnya, kapan bisa mulai bekerja?” Alhamdulillah..... Bayangan suram itu ternyata hanya ilusi.
“ Skenario Tuhan begitu indah. Aku telah memetik hikmah yang demikian indah dengan berhijab. Alhamdulillah.....”
Baca kisah Dewi selengkapnya di sini.
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan