Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Humas RSUD Kota Bogor, Taufiq Rahmat, menjelaskan soal video viral tentang jenazah Covid-19 yang tertukar. Menurut Taufiq, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 30 Desember 2020.
Saat itu, kata Taufiq, keluarga jenazah meminta untuk melihat wajah keluarganya yang meninggal untuk terakhir kalinya. Petugas saat itu menyarankan untuk tidak membuka jenazah karena khawatir terjadi penularan.
Namun, tambah Taufiq, saat itu keluarga tetap ingin melihat. Dengan protokol kesehatan yang ketat petugas pun akhirnya membuka peti jenazah.
" Namun setelah dilihat, ternyata jenazah di ruang forensik adalah jenazah ibu I warga Kota Bogor. Bukan jenazah ibu W dari keluarga pasien," kata Taufiq, dikutip dari akun Instagram @rsud_kotabogor, Selasa 5 Januari 2021.
Taufiq langsung meminta petugas untuk mencari jenazah keluarga tersebut. Dia mengaku ikut mendapingi keluarga untuk menjemput jenazah.
" Ternyata jenazah masih ada di ruang rawat Batu Tulis. Setelah jenazah dijemput, langsung dibawa ke ruang forensik dan dilakukan pengecekan. Ternyata benar itu jenazah ibu W," terang Taufiq.
Sebagai permohonan maaf, pihak rumah sakit ikut mendampingi jenazah hingga ke rumah duka di Leuwiliang.
Kepada keluarga almarhumah, Taufiq menceritakan kronologi peristiwa tertukarnya jenazah di rumah sakit itu dan memohon maaf.
" Jadi kejadiannya masih di RSUD, kita jelaskan semua kepada bapaknya juga memahami. Namun ya mereka juga memberikan pesan agar kami lebih hati-hati, tentu kami juga terima sebagai bahan evaluasi kami dan kami pikir saat itu semua selesai," ucap Taufiq.
View this post on Instagram
Sebelumnya, peristiwa pahit harus dialami oleh keluarga DF, warga asal Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Jenazah sang ibu berinisial WT, yang meninggal akibat Covid-19, harus tertukar dengan jenazah yang bukan anggota keluarganya.
DF mengungkapkan, kejadian itu terjadi di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu 30 Desember 2020, saat keluarga akan membawa jenazah sang ibu untuk dikebumikan.
DF mengatakan, awalnya pihak keluarga dilarang untuk melihat jenazah WT selama proses pemulasaraan di rumah sakit. Keluarga pun pasrah dan harus menunggu selama 10 jam hingga peti jenazah siap dimasukkan ke dalam mobil ambulans.
DF mengaku, keluarga terus mendesak agar pihak RSUD Kota Bogor mengizinkan jenazah sang ibu untuk dilihat terakhir kalinya. Hal itu sekaligus untuk memastikan jenazah yang ada di dalam peti adalah ibunya atau bukan.
Namun, setelah mendapat izin untuk melihat jenazah, alangkah kagetnya ternyata jenazah yang berada di dalam peti bukanlah almarhum ibunya.
Peristiwa tersebut membuat keluarga DF syok dan meradang dengan kelalaian rumah sakit.
" Keluarga mau lihat, tapi enggak boleh alasan ini-itu, ini-itu. Kami enggak mau, kami tetap maksa. Enggak tahu kenapa hati ini enggak enak. Pas dibuka itu ternyata jenazah cowok dan itu bukan keluarga dari kami," ucap DF.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya