Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Yang Selamat Dari Tragedi Kemanusiaan Di Aleppo (Sumber: Facebook/Waad Al-Kateab)
Dream - Dalam beberapa hari terakhir, saluran berita dan media sosial semuanya penuh dengan berita tentang pemboman di Aleppo, Suriah. Video Omran Dagneesh, anak balita yang diselamatkan dari puing-puing setelah Aleppo terkena serangan udara, menjadi bukti kekejaman mengerikan dari perang.
Kali ini, sebuah video baru telah muncul. Dalam video berdurasi 2 menit 21 detik itu memperlihatkan para dokter sedang melakukan operasi caesar darurat pada perempuan hamil yang hampir terbunuh dalam pemboman.
Dilasir Dream dari laman Elite Readers, perempuan hamil yang hanya dikenal sebagai Mayissa itu adalah salah satu korban dari pemboman di kota Aleppo baru-baru ini.
Dalam keadaan hamil sembilan bulan, Mayissa berjalan sendiri ke rumah sakit ketika serangan udara mengenainya. Dampak bom sangat mengerikan. Meski tidak menjadi korban tewas, Mayissa menderita luka parah, tulang lengan kanan dan kakinya patah. Sementara pecahan bom menembus perutnya.
© Dream
Berpacu dengan waktu, dokter berjuang untuk menyelamatkan nyawa bayi yang belum lahir, yang dikhawatirkan tidak selamat. Meski hanya memiliki peralatan medis dasar dan fasilitas terbatas, dokter dan ahli bedah berjuang untuk menyelamatkan nyawa sang ibu dan anaknya yang belum lahir.
Dalam video yang direkam Waad al-Kateab itu memperlihatkan saat-saat menegangkan ketika para dokter berhasil mengeluarkan bayi yang terlihat tidak bergerak dari rahim ibunya.
Setelah gagal menemukan detak jantung, para dokter mencoba resusitasi dan membersihkan saluran udara bayi malang tersebut. Setelah memberikan suntikan ke dalam tali pusat, dokter menggantung bayi tersebut terbalik sambil terus menggosok punggungnya. Tiba-tiba, bayi mulai menangis.
" Lebih kuat daripada tangisan kematian yang terjadi setiap hari di Aleppo," kata suara wartawan Matt Frei.
" Setelah 20 menit dilakukan resusitasi, bayi itu akhirnya bangun," kata dokter.
Seorang dokter tersenyum ke kamera dan memberitahu keadaan bayi tersebut yang hanya membutuhkan oksigen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya