Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Subhanallah, Bayi Lahir dari Ibu Korban Bom

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 23 Agustus 2016 06:40
Subhanallah, Bayi Lahir dari Ibu Korban Bom
Dalam kondisi hamil tua, wanita itu berjalan ke RS ketika serangan udara menghujami kota itu. Pecahan bom menembus perutnya. Ikuti kisah pilu ini.

Dream - Dalam beberapa hari terakhir, saluran berita dan media sosial semuanya penuh dengan berita tentang pemboman di Aleppo, Suriah. Video Omran Dagneesh, anak balita yang diselamatkan dari puing-puing setelah Aleppo terkena serangan udara, menjadi bukti kekejaman mengerikan dari perang.

Kali ini, sebuah video baru telah muncul. Dalam video berdurasi 2 menit 21 detik itu memperlihatkan para dokter sedang melakukan operasi caesar darurat pada perempuan hamil yang hampir terbunuh dalam pemboman.

Dilasir Dream dari laman Elite Readers, perempuan hamil yang hanya dikenal sebagai Mayissa itu adalah salah satu korban dari pemboman di kota Aleppo baru-baru ini.

Dalam keadaan hamil sembilan bulan, Mayissa berjalan sendiri ke rumah sakit ketika serangan udara mengenainya. Dampak bom sangat mengerikan. Meski tidak menjadi korban tewas, Mayissa menderita luka parah, tulang lengan kanan dan kakinya patah. Sementara pecahan bom menembus perutnya.

1 dari 1 halaman

Para Dokter Bekerja Dengan Alat Seadanya

Para Dokter Bekerja Dengan Alat Seadanya © Dream

Berpacu dengan waktu, dokter berjuang untuk menyelamatkan nyawa bayi yang belum lahir, yang dikhawatirkan tidak selamat. Meski hanya memiliki peralatan medis dasar dan fasilitas terbatas, dokter dan ahli bedah berjuang untuk menyelamatkan nyawa sang ibu dan anaknya yang belum lahir.

Dalam video yang direkam Waad al-Kateab itu memperlihatkan saat-saat menegangkan ketika para dokter berhasil mengeluarkan bayi yang terlihat tidak bergerak dari rahim ibunya.

Setelah gagal menemukan detak jantung, para dokter mencoba resusitasi dan membersihkan saluran udara bayi malang tersebut. Setelah memberikan suntikan ke dalam tali pusat, dokter menggantung bayi tersebut terbalik sambil terus menggosok punggungnya. Tiba-tiba, bayi mulai menangis.

" Lebih kuat daripada tangisan kematian yang terjadi setiap hari di Aleppo," kata suara wartawan Matt Frei.

" Setelah 20 menit dilakukan resusitasi, bayi itu akhirnya bangun," kata dokter.

Seorang dokter tersenyum ke kamera dan memberitahu keadaan bayi tersebut yang hanya membutuhkan oksigen.(Sah)

Beri Komentar