Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Bersyukurlah kita bisa menjalankan puasa Ramadan di Indonesia, negeri dengan penduduk mayoritas Muslim. Kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.
Tengoklah saudara-saudara kita yang hidup di negeri seberang. Di negara-negara dengan minoritas Islam. Di Eropa, misalnya. Mereka harus puasa dengan jam lebih panjang, sudah begitu pola kerja tak berubah selama Ramadan.
Kondisi itu tentu jauh berbeda dengan kita yang hidup di Indonesia. Banyak relaksasi pola kerja. Jam kerja dipersingkat. Waktu masuk lebih siang, jam pulang juga diperpendek. Kita benar-benar diperlonggar, sehingga bisa fokus beribadah selama Ramadan. Alhamdulillah...
Tapi, saudara-saudara Muslim di Inggris sana, tiak bisa menikmati situasi seperti kita. Jam tidur sebanyak 2,78 juta pegawai Muslim di Inggris sudah pasti berkurang. Sebab, jam kerja mereka tak berubah, sedangkan mereka harus mempertebal ibadah Ramadan di malam hari.
Mari kita dengarkan penuturan Visaal Hussain pada 2015 silam. Muslim yang bekerja di Sunderland University dan biro hukum Brown Beer Nixon Mallon itu pertama kali berpuasa dan bekerja.
" Untuk beberapa hari pertama menjadi sangat sulit, karena Anda harus menyesuaikan dengan kebiasaan makan dan minum sebelum dan sesudah matahari terbenam," kata Hussain, dikutip ibtimes.co.uk.
Namun, setelah beberapa hari, Hussain mulai terbiasa, sebab sejak usia sebelas tahun memang sudah berpuasa. Dia memang sedikit sulit konsentrasi saat bekerja karena jam tidur yang kurang, namun masalah itu akan hilang saat siang hari.
" Tahun ini, puasa berlangsung 19 jam dan jatuh di musim panas. Rasa haus akan menjadi masalah di kantor. Namun, hal itu bisa diatasi dengan selalu berada di ruangan yang dingin dan teduh, serta mengurangi kegiatan fisik yang tidak perlu," katanya.

Inggris memang punya undang-undang yang melarang diskriminasi agama di tempat kerja. Perlindungan juga diberikan oleh hak asasi Eropa. Meski tak ada kasus-kasus tertentu yang terkait Ramadan, ada satu kasus diskriminasi agama yang dialami karyawan Kristen British Airways (BA).
BA menyuruh karyawan melepas perhiasan salibnya, namun ditolaknya. Dia kalah di pengadilan Inggris namun hukum hak asasi Eropa membatalkan keputusan tersebut.
Hukum Inggris meminta pengusaha memikirkan staf yang menjalankan praktik agama. Perusahaan harus memberikan bukti mengapa mereka tidak bisa mengakomodasi keyakinan mereka jika menolak melakukannya.
" Jika karyawan berpuasa Ramadhan mereka tidak seharusnya diperlakukan tidak menyenangkan, daripada orang yang tidak berpuasa. Itu jadi perhatian utama," kata Kiran Daurka, pengacara di firma Slater and Gordon LLP.
Direktur pengembangan bisnis korporat di Ashridge Business School, Khaldoon Al Doory, mengatakan, manajer diharapkan bisa memberi aturan yang memudahkan karyawan bekerja sambil berpuasa.
" Manajer dapat menawarkan kemudahan, mungkin dengan mengatur pekerjaan, jam kerja, dan jam istirahat yang fleksibel," katanya.

Manajer, tambah Al Doory, biasanya menerima banyak permintaan dari karyawan Muslim agar diperbolehkan melewatkan jam makan siang untuk tetap bekerja sehingga bisa pulang lebih awal selama Ramadan.
" Muslim juga biasanya lebih sering sholat selama Ramadan. Menyediakan tempat tersendiri untuk karyawan sholat akan sangat dihargai," katanya.
Muslim juga tetap bisa bekerja shift malam jika dibutuhkan, meski akhirnya mereka akan lebih banyak tidur saat menjalankan ibadah puasa di siang harinya.
" Puasa hanya berlangsung dari fajar hingga matahari terbenam. Satu-satunya hal yang dilakukan di malam hari adalah ada ibadah tambahan yang biasa digelar di masjid-masjid dan kadang berlangsung lama. Tapi tidak ada alasan seorang Muslim tidak bisa bekerja di shift malam," kata Sheikh Ibrahim Mogra, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain.
Salah satu hal penting adalah dialog. Pengusaha sebaiknya berbicara dengan karyawannya yang muslim. Hal ini akan menghindarkan dari masalah-masalah yang timbul selama Ramadan. Masalahnya, tidak ada pendekatan yang bisa diterapkan untuk semuanya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan