Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Sulit Bernafas Lewat Hidung, Pas Periksa Kaget Ternyata...
Dream - Setelah bertahun-tahun mengalami masalah pernafasan, seorang pria berusia 38 tahun terkejut saat memeriksakan diri.
Masalah pernafasan yang selama ini tidak sembuh-sembuh ternyata disebabkan karena ada gigi yang tumbuh di dalam lubang hidung kanannya.
Kisah ini berawal ketika pria itu memeriksakan dirinya ke sebuah klinik dan mengeluh dia susah bernafas melalui hidung.
Kepada dokter, pria itu memastikan bahwa dia tidak memiliki trauma wajah atau kelainan. Tapi penyakitnya itu tidak sembuh-sembuh.
Dokter kemudian melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam dan terungkap bahwa pria itu menderita penyakit yang sangat langka.
Dengan prosedur rinoskopi, dokter memasukkan tabung ke dalam hidung pria itu untuk memeriksa keadaannya dengan lebih teliti.
Dokter ternyata menemukan benda putih tumbuh di dalam rongga hidungnya. Benda putih itu diyakini sebuah gigi ektopik.

Ektopik adalah istilah medis yang artinya sesuatu yang tumbuh di tempat atau posisi yang tidak biasa. Kondisi ini jarang terjadi.
Menurut Sagar Khanna dan Michael Turner dalam The New England Journal of Medicine, pemeriksaan fisik menunjukkan adanya penyimpangan rongga hidung.
Ada benda putih keras yang tumbuh dasar lubang hidung sebelah kanan. Benda putih keras itu adalah gigi yang tumbuh tidak pada tempat yang biasa alias ektopik.
Pasien telah pun menjalani pembedahan untuk membuang gigi di dalam hidung sebelah kanannya. Tidak ada komplikasi yang terjadi setelah operasi.
" Gigi berukuran 14 milimeter itu telah dicabut melalui prosedur pembedahan oral dan otolaryngologic. Tidak ada komplikasi yang terjadi selepas pembedahan," tulis Khanna dan Turner.
Pada tindak lanjut tiga bulan setelah operasi, gejala sumbatan pada hidung pasien telah teratasi dengan baik.

Menurut keterangan NHS, gigi ektopik yang paling umum adalah gigi taring di rahang atas.
Risiko utama dari ektopik ini adalah gigi dapat menabrak akar gigi dewasa lainnya dan menyebabkan kerusakan.
Sumber: Daily Star
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan