Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© 2025 Https://www.dpr.go.id
DREAM.CO.ID - Sumatera Selatan kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Dalam kunjungan kerja gabungan DPR RI ke Kantor Gubernur Sumatera Selatan di Palembang, Rabu (15/10/2025), Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan bahwa provinsi ini kini berada di jajaran lima besar produsen pangan terbesar di Indonesia, sejajar dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
“ Sumatera Selatan berada di posisi penting dalam struktur pangan nasional. Produktivitasnya terus meningkat dan kontribusinya sangat besar terhadap kebutuhan pangan nasional,” ujar Saan Mustopa.
Peningkatan ini bukan sekadar klaim, tapi terbukti lewat data konkret. Luas lahan pertanian yang semula sekitar 400 ribu hektare kini telah melebar hingga lebih dari 560 ribu hektare. Sementara itu, produktivitas padi yang sebelumnya di kisaran 5,6 ton per hektare kini menembus angka 6 ton. Saan menilai capaian ini sebagai hasil kerja nyata pemerintah daerah bersama para petani di lapangan. “ Ini bukti bahwa Sumsel punya daya dorong kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Bagi Saan, pencapaian Sumatera Selatan menjadi bagian penting dari upaya nasional mencapai swasembada pangan pada 2027, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, visi itu tidak berhenti di sana. Ia menegaskan bahwa tujuan besar Indonesia kini adalah menjadi lumbung pangan dunia.
“ Presiden Prabowo sudah menegaskan, bukan hanya swasembada, tapi Indonesia harus menjadi lumbung pangan dunia. Ini komitmen yang luar biasa, dan DPR siap mengawal sepenuhnya,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.
Saan pun mengapresiasi langkah strategis Sumatera Selatan yang mampu menjaga keseimbangan antara perluasan lahan dan peningkatan produktivitas tanpa mengorbankan lingkungan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan serupa perlu diantisipasi di daerah lain, terutama di Pulau Jawa, di mana alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan perumahan terus meningkat.
“ Di banyak daerah, lahan hijau berubah menjadi kawasan industri dan perumahan. Ini ancaman nyata terhadap ketahanan pangan. Karena itu, integrasi kebijakan antara Kementerian Pertanian, (Kementerian) PU, dan (Kementerian) ATR/BPN sangat penting agar perlindungan lahan berjalan konsisten,” ujarnya.
Selain itu, Saan menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur pertanian, terutama sistem irigasi dan distribusi pupuk, sebagai fondasi utama produktivitas petani. Ia menilai, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, kerja keras petani tidak akan menghasilkan hasil maksimal.
“ Irigasi itu jantung pertanian. Dulu di kampung saya, air diatur sedemikian rupa agar sawah tidak kekeringan atau kebanjiran. Sekarang banyak yang rusak karena pembangunan yang tak terkendali. Kita harus perbaiki agar petani punya kepastian air dan pupuk,” tutur Saan.
DPR, lanjutnya, akan terus mengawal kebijakan pangan nasional hingga ke tingkat daerah dengan pendekatan kolaboratif lintas lembaga dan lintas fraksi. Menurutnya, persoalan pangan sudah menjadi isu bersama yang tidak lagi dibatasi oleh kepentingan politik.
“ Sekarang tidak ada lagi sekat. Semua partai dan semua lembaga satu suara soal pangan ini. Sumatera Selatan telah memberi contoh, dan dari sinilah kita ingin membangun kekuatan pangan bangsa menuju kemandirian dan kejayaannya,” tandasnya.
Lewat sinergi pemerintah pusat, daerah, legislatif, dan petani, Indonesia kini berada di jalur yang tepat menuju cita-cita besarnya: menjadi lumbung pangan dunia. Dan Sumatera Selatan, dengan segala capaian dan potensinya, menjadi salah satu pilar utama dalam perjalanan besar tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya