Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tahanan Betah Dalam Sel, Polisi Terpaksa Usir Supaya Pulang. (Foto: Video YouTube)
Dream - Siapa pun pasti tidak ada yang mau masuk bui atau penjara. Membayangkan hidup terkurung di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) atau Rumah Tahanan Negara (rutan) pastilah tidak menyenangkan.
Hidup tidak bisa bebas ke mana-mana. Sehari-hari kegiatannya hanya di dalam lapas atau rutan bersama tahanan yang itu-itu saja.
Karena itu, banyak sekali kasus para tahanan yang berusaha melarikan diri dari lapas atas rutan menggunakan berbagai cara.
Tapi tidak demikian dengan seorang narapidana (napi) yang satu ini. Dia malah memaksakan diri tetap tinggal di tahanan dan tidak mau pulang.
Melansir kanal YouTube IAN BAPONTAR, ada peristiwa kocak dan unik di Polsek Labuan, Resort Donggala, Sulawesi Tengah.
Bripka Ian Aditya dan Den Merwanda Bharaduta bertugas memulangkan seorang tahanan sejak sore. Namun tahanan tersebut malah tiduran santai di dalam sel dan tak mau pulang.
" Malam ini kita akan memulangkan tahanan di Polsek Tahanan Labuan. Sebenarnya dari tadi sore sudah disuruh pulang. Tapi nggak mau pulang. Jadi ini tahanan sudah dilepas, tapi nggak mau," kata Ian.
Menurut Ian, tahanan tersebut biasa dipanggil Mas Kur. Pria ini berasal dari Desa Hoani.
Kedua polisi tersebut terpaksa membangunkan Mas Kur yang masih tiduran di dalam sel tahanan. Ketika ditanya kenapa tidak mau pulang, Mas Kur mengaku betah tinggal dalam tahanan.
" Mas Kur. Hei bangun-bangun, aduh, kenapa sudah disuruh pulang belum pulang betul?," tanya Den Merwanda.
" Nggak mau pulang saya ini Pak. Masih betah saya di sini Pak," jawab Mas Kur dengan santai.
Kedua polisi itu pun heran karena Mas Kur justru betah di dalam sel. Tidak seperti tahanan lain yang berupaya untuk kabur.

Hingga menjelang malam tiba, Mas Kur masih saja belum mau pulang ke rumahnya.
" Apa? Kenapa kau bisa betah di sini?," tanya Ian.
" Masih enak," jawab Mas Kur lagi.
" Saya heran. Ini salah satu orang yang maunya terus dipenjara. Padahal biasanya semua orang maunya bebas. Yang ini malah disuruh pulang nggak mau sampai sekarang," terang Ian.
Karena membandel tidak mau keluar dari sel, kedua polisi terpaksa mengancam Mas Kur. Mereka akan menyeret Mas Kur jika tidak mau keluar dari dalam tahanan.
Setelah mendengar ancaman kedua polisi itu, Mas Kur pun bergegas mengemas tikar dan barang bawaannya yang lain.

Akhirnya Mas Kur mau pulang dari penjara setelah dirayu cukup lama. Tapi sebelum pulang, dia meminjam HP Bripka Den Merwanda untuk minta dijemput temannya.
" Siapa yang kau telepon Mas Kur? Ini Mas Den yang bikin para tahanan jadi betah di sini," kata Ian.
" Teman biar jemput pak," jawabnya.
Sebelum pulang, kedua polisi itu tak lupa menasihati Mas Kur agar tidak mengulangi kesalahannya. Supaya bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga yang sudah menanti di rumah.
" Sekarang kau buat yang terbaik buat keluargamu. Buat keluargamu senang, jangan kau bikin malu," ucap Ian.
" Jangan lagi berbuat yang melanggar hukum ya. Ini sudah berbuat melanggar hukum dan sudah dimasukkan dalam sel, eh malah betah di dalam. Aduh parah," pungkas Den Merwanda
Hal yang tak beda jauh juga dialami oleh tahanan baru di Polsek Labuan. Hampir satu bulan tahanan atas nama Ateng dipenjara di sana.
Seperti Mas Kur, Ateng juga mengaku betah di dalam penjara Polsek Labuan karena merasa aman.

" Bapak ini adalah tahanan baru di Polsek Labuan. Kita duduk pak. Mohon maaf namanya siapa pak?," tanya Ian.
" Ateng, asal Labuan induk," jawab tahanan baru itu.
" Jadi bagaimana pak, perasaan di Polsek Labuan seperti apa?," tanya Ian lagi.
" Bagus, aman, nggak ada dipukul, nggak ada kekerasan," ujarnya.
Selain tak ada kekerasan yang membuat nyaman, desain dinding ruang tahanan juga dibuat lain dari yang lain. Desain tersebut merupakan kreativitas tahanan sebelumnya supaya tidak bosan di dalam sel.
" Polsek Labuan ini mempunyai ruangan tahanan yang beda dari yang lain. Ini sengaja digambar di dinding ini semua oleh beberapa tahanan sebelumnya yang sudah menjalankan hukuman. Mereka menggambar ini, biar nggak jenuh," ujar Ian.
Seperti diketahui, penjara bertujuan untuk membina para tahanan untuk menjadi manusia seutuhnya. Prinsip itulah yang diterapkan Polsek Labuan, agar para tahanan bisa memperbaiki diri dan menyadari kesalahannya.
" Jadi selama ini perlakuan kami terhadap tahanan itu memang tidak, mungkin orang bilang kita akan menyiksa, memukul tahanan. Kalau kita di sini untuk melakukan pembinaan bukan untuk kekerasan.
" Kita selalu membina tahanan dan tetap menghargai mana yang lebih tua. Karena beliau kan sudah lebih tua-dari kita-kita. Jadi tetap berusaha menghargai," pungkas Ian.
Sumber: YouTube
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya