Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Keluarga Diusir Dari Rumah Kontrakkan (Foto: YouTube Suyanto Syn)
Dream - Saat tengah melakukan penyisiran, Tim Prabu menemukan sebuah keluarga yang tidur di salah satu kios las. Mirisnya, pasangan suami istri ini punya tiga anak kecil dalam keluarga tersebut.
Menurut tayangan kanal YouTube Suyanto Syn, keluarga tersebut rupanya diusir dari rumah kontrakan lantaran tak mampu membayar uang sewa rumah.
" Rumahmu di mana?," salah seorang anggota polisi.
" Enggak punya kontrakan Pak. Jadi diusir sama yang punya rumah," kata pria tersebut.
" Jadi gini Pak, sebelumnya ngontrak di Cibuntu, sekarang enggak ngontrak. Diusir, enggak kebayar rumah. Jadi tidur di jalan," jelas sang istri.
Salah satu petugas kemudian menanyakan harga sewa bulanan rumah kontrakan mereka.
" Bayar kontrakannya berapa sebulan?," tanya Tim Prabu.
" Rp400 (ribu) Pak," jawab sang suami sembari gendong anaknya.
" Rp400?," tanyanya lagi.
" Rp400 (ribu) sebulan, jadi enggak kebayar kan," jawab sang suami.
Dalam pengakuan sang suami, ternyata ia berprofesi sebagai pengamen dan tidak bisa menutupi kekurangan uang sewa lantaran kondisi yang tengah sepi.
" Terus saya ngamen lagi sepi kan gitu. Saya juga sambil jualan, kadang ikut ngelas," sambungnya.

Sang istri menirukan pemilik kontrakan saat mereka diusir. " Iya Pak, soalnya bilang gini 'kalau enggak kebayar, kamu sudah. Pergi saja, saya kosongin' gitu. Enggak bakal diisi lagi," jelas sang istri.
" Sudah enggak bayar berapa hari?," tanya Tim Prabu.
" Jadi sudah dua minggu kurang dua hari tidur di jalan. Di sana enggak kebayar rumah, jadi di sini," jelas sang kakak perempuan.
Merasa prihatin dengan kondisi ketiga anak pasangan suami istri yang harus tidur di jalanan tersebut, salah satu petugas tim prabu akhirnya berinisiatif untuk membayarkan uang sewa kontrakan mereka.
" Kamu catat nomor telepon Pak Swam, besok kalau sudah dapat kontrakan kamu telepon," kata Tim Prabu.
" Iya Pak," jawab pasangan suami istri ini.
" Yang penting anak-anakmu enggak tidur kaya begini.," tutur sang petugas.
Sang petugas yang tidak diketahui namanya itu pun memberikan arahan agar tidak membiarkan ketiga anaknya hidup seperti dirinya.
amu boleh kerja kaya begitu, tapi anak-anak harus bener," jelasnya.
" Iya, makasih sama Bapak, semoga dibalas kebaikan sama Tuhan," kata suami.
" Catat nomornya Pak Swam," kata Tim Prabu lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam