Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mersi Fransina Missa (AsiaOne)
Dream - Ini kisah Mersi Fransina Missa. Tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia yang menjadi pembantu rumah tangga di Singapura. Dia sudah 7 bulan tak mendapatkan gaji karena sang majikan terkena stroke, koma.
Fransina harus hidup sendirian. Sang majikan terbaring di rumah sakit. Fransina, sebagaimana dilaporkan AsiaOne, hidup tanpa uang dan makanan. Sejak Desember lalu dia tinggal di Humanitarian Organisation for Migrant Economics (Home).
Fransina sudah lebih dari setahun merawat sang majikan yang terkena stroke sejak Agustus 2014. Dalam waktu setahun lebih itu, dia dengan setia merawatnya. Memandikan, mengenakan baju, hingga menyuapinya.
Tapi pada Oktober 2015, sang majikan harus masuk rumah sakit. Sejak itu, bayaran untuk Fransina pun berhenti. Tapi, Fransina masih tetap setia menunggu sang majikan yang koma.
Fransina tetap bolak-balik dari rumah sang majikan ke rumah sakit untuk merawat sang tuan yang terbaring di kasur perawatan. Meski gaji sebesar 520 dolar Singapura atau sekitar Rp 7,2 juta sudah berhenti, tak dibayarkan lagi.
“ Dia biasanya membayar saya tepat waktu, tapi dia tidak dapat membayar saya lagi sekarang,” tutur Fransina. Sang majikan memang hidup sebatangkara. Tanpa anak, tanpa kerabat lainnya.
© Dream
Keluhan Fransina tersiar. Banyak simpati yang mengalir. Dan masyarakat Singapura berinisiatif mengumpulkan dana untuk TKW asal Nusa Tenggara Timur ini. Uang 3.150 dolar Singapura atau sekitar Rp 43 juta sudah terkumpul.
Fransina sebenarnya juga ditawari pekerjaan lain di Singapura. Namun dia menolak dan memilih kembali ke kampung halaman untuk bertemu keluarga di NTT.
“ Saya kangen mereka dan saya ingin melihat mereka. Saya tak punya uang, tapi saya tetap memikirkan ibu saya,” tutur perempuan 28 tahun ini.
Fransina tak bisa meninggalkan Singapura tanpa izin Kementerian Tenaga Kerja setempat (MOM). Namun MOM berjanji memfasilitasi kepulangan Fransina. Semoga lancar!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya